Enrekang-- KPUD Enrekang menargetkan tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Bupati dan Wakil Bupati 4 Agustus mendatang. Target ini dipastikan setelah KPUD menambah jumlah Tempat Pemilihan Suara (TPS) menjadi 395 TPS.
Salah satu alasan penambahan TPS mengingat partisipasi pemilih pada Pilkada Gubernur lalu sangat minim karena TPS sulit dijangkau pemilih. Sebelumnya Jumlah TPS ada 322 TPS. Artinya TPS bertambah 73 TPS.
Anggota KPUD Enrekang Akhmar Sutansi yang saat ditemui, Jumat 30 Mei, menjelaskan Topografi daerah Enrekang yang berbukit dan jarak satu desa dengan desa lain berjauhan membuat KPUD memutuskan untuk menambah TPS.
" Sangat susah kita mengharapkan pemilih dapat menyalurkan Hak pilihnya sementara TPSnya jauh dari tempat tinggalnya," Kata Akhmar yang saat itu juga ditemani Yusuf Saha.
Akhmar juga menilai, penyebab minimnya partisipasi pemilih pada Pilkada Gubernur beberapa waktu lalu karena persoalan tempat TPS sulit dijangkau pemilih.
Dengan bertambahnya TPS ini, Akhmar memastikan target jumlah partisipasi pemilih pada Pilkada Enrekang bisa mencapai 90 persen. (Mg15)
Selengkapnya...
Kamis, 29 Mei 2008
Tambah TPS, Target 90 Persen Pemilih.
Senin, 26 Mei 2008
Angka garis Kemiskinan naik.
Enrekang-- Angka Garis kemiskinan di Kabupaten Enrekang tahun 2007 dipastikan naik setelah dilakukan pendataan. Sedangkan Angka orang Miskin mengalami penurunan.
Menurut Data yang diberikan Badan Pusat Statistik Enrekang,Angka Garis kemiskinan tahun 2006 berjumlah 131.884 orang, sedangkan angka orang miskin berjumlah 42.600 orang.
Namun pada tahun 2007, Angka garis kemiskinan penduduk enrekang naik menjadi sebanyak 137.249, sedangkan angka orang miskin mengalami penurunan menjadi 41.900 orang.
)
Kepala BPS Enrekang, Abd. Salam mengatakan, garis kemiskinan diukur meningkatnya nilai pengeluaran seseorang sedangkan pendapatannya menurun. " Itu menjadi dasar BPS menetapkan ukuran garis kemiskinan," Kata Salam.
Angka garis kemiskinan bisa semakin meningkat setelah harga BBM dan Harga kebutuhan pokok dalam beberapa hari ini mangalami kenaikan.
" Tapi itu belum bisa dipastikan dalam waktu dekat sebab kita akan lakukan lagi pendataan ulang dan hasilnya bukan dalam beberapa bulan ini, tapi mungkin tahun depan bisa kita lihat," Kata Salam. (Mg15
Selengkapnya...
Perjuangan Calon Independen Tak Kunjung Usai
Enrekang--Pertemuan Konsultasi KPUD Enrekang, Legislatif, Eksekutif dan Pihak Tim Perjuangan Calon Independen akhirnya memutuskan untuk melakukan Konsultasi dengan KPU Pusat dan Mendagri, Selasa (Hari ini.
Keputusan itu diambil setelah dalam dialog pihak KPUD, Dewan, Eksekutif dan tim perjuangan Independen tidak berhasil mengambil kesepakatan terkait dengan persoalan Independen dan terkait dengan Keputusan KPU Pusat dan Surat Mendagri tentang Calon Perseorangan.
Pimpinan Sidang, Syafruddin. SH, yang mengambil keputusan mempertimbangkan, konsultasi ini diperlukan agar semua pihak dapat terang dan arif menyikapi aturan yang ada. " Ada beberapa hal yang perlu dikonsultasikan sebab ada dua aturan yang membuat tafsiran kita berbeda terkait persoalan ini," Kata Syafruddin.
Sebelum keputusan diambil, anggota dewan banyak mempertanyakan apakah ada aturan yang dilanggar jika calon perseorangan tetap diakomodir sebab, ada aturan KPU yang membolehkan itu dan diperkuat oleh surat mendagri.
KPUD dalam pernyataan sikapnya juga tetap kukuh untuk tidak menerima calon perseorangan diakomodir sebab alasan mereka tahapan sudah berjalan.
Pembicaraan yang terus berputar-putar soal interpretasi aturan itulah yang yang membuat DPRD memutuskan untuk kembali melakukan Konsultasi. Dalam rapat itu disepakati, apapun hasil yang didapat setelah konsultasi, maka semua pihak harus mematuhinya. (Mg15)
Selengkapnya...
Minggu, 18 Mei 2008
SS 12 JULI, Ah Kau !!!!!!
Bandung-- Setelah meninggalkan Kampus IKOPIN lima Bulan lalu dan kembali untuk mengikuti Wisuda Sarjana Angkatan yang ke 35, banyak cerita dan Hal-hal yang baru yang saya dapat.
Saat Acara Pelepasan wisuda, PAnitia menghadirkan suguhan teater oleh anak-anak angkatan 2007. Awalnya BT Banget, Garing melihat pertunjukan mereka. Suara tak terdengar, Acting mereka juga ga karuan. Yang ada, mereka-mereka asik bermain untuk diri mereka, sedang kami para wisudawan malah sibuk bercanda tanpa meperhatikan mereka. Sempat aku protes juga, apa-apaan diacara seperti ini musti ada gelaran teater segala.
Tapi setelah Acara berakhir, Saat sedang Asik Ngobrol Ma Derbi, Anak-anak yang tadi berteater nyamperin. Ternyata mereka kenal dengan saya. Mereka ungkapin niat mereka ngehidupin lagi Sanggar Seni 12 Juli. Organisasi Seni yang ada di Kampus.
Diam-Diam setelah saya memperkenalkan SS 12 Juli 5 Bulan lalu dihadapan mereka saat mereka masih mahasiswa baru, mereka memiliki niat untuk bergabung. Sayangnya, setelah perkenalan itu saya keburu ilang.
Dan sekarang mereka datang seperti anak yang ngerengek minta agar lagi SS 12 Juli diaktifin lagi. Mereka meminta, mengungkapkan keseriuasannya disaat tiada lagi orang-orang yang dulu di SS, termasuk saya yang sudah harus pulang kampung lagi.
Melihat semangat mereka itu, akhirnya saya menyempatkan waktu untuk bertemu dan memberikan gambaran bagaimana seharusnya mereka jika benar ingin berkegiatan lewat wadah SS. Saya juga mengajak Fitra untuk bertemu mereka. Namun, dua pertemuan tidak cukup untuk membimbing mereka. Semoga saja semangat mereka terus hidup, mau menggali diri dan menunjukkan kreatifitasnya. Ini hanya harapan dibalik kampung yang jauh dari mereka.
Selengkapnya...
Senin, 21 April 2008
Isu Jual Jawaban UN Banyak beredar. * Siswa dimintai uang sampai 200 ribu.
Enrekang--Banyak cara yang dilakukan orang untuk malakukan penipuan, bahkan pelaksanaan ujian nasionalpun dijadikan ladang. Bagaimana tidak, siswa pasti tergiur dengan iming-iming bocoran soal karena ingin lulus hanya dengan membayar Rp. 200 ribu.
Asra, seorang siswi kelas tiga salah satu sekolah di Enrekang yang ditemui Selasa 22 April.mengaku sempat ditawari beberapa orang yang menyediakan kunci jawaban dengan harga 200 ribu.
" Saya saat jalan pernah ditawari seseorang yang katanya punya kunci jawaban soal UN, harganya 200 ribu," Kata Asra.
Namun Asra tidak tergiur dengan tawaran itu. "Kok bisa ada jawaban yang beredar,kan soal itu dijaga polisi," Kata Asra.
Kepala Diknas Enrekang Djajadi Silamma, saat dikonfirmasi juga mengungkapkan keheranannya. " Tidak mungkin ada kunci jawaban yang beredar, itu pekerjaan orang yang tak bertanggung jawab," Kata Djajadi
Djajadi menghimbau agar siswa tidak terpengaruh dengan iming-iming itu sebab akan merugikan diri sendiri. " Lebih baik giat belajar dari pada harus dapat yang instan," Kata Djajadi.(Mg15)
Selengkapnya...
Isu Jual Jawaban UN Banyak beredar. * Siswa dimintai uang sampai 200 ribu.
Enrekang--Banyak cara yang dilakukan orang untuk malakukan penipuan, bahkan pelaksanaan ujian nasionalpun dijadikan ladang. Bagaimana tidak, siswa pasti tergiur dengan iming-iming bocoran soal karena ingin lulus hanya dengan membayar Rp. 200 ribu.
Asra, seorang siswi kelas tiga salah satu sekolah di Enrekang yang ditemui Selasa 22 April.mengaku sempat ditawari beberapa orang yang menyediakan kunci jawaban dengan harga 200 ribu.
" Saya saat jalan pernah ditawari seseorang yang katanya punya kunci jawaban soal UN, harganya 200 ribu," Kata Asra.
Namun Asra tidak tergiur dengan tawaran itu. "Kok bisa ada jawaban yang beredar,kan soal itu dijaga polisi," Kata Asra.
Kepala Diknas Enrekang Djajadi Silamma, saat dikonfirmasi juga mengungkapkan keheranannya. " Tidak mungkin ada kunci jawaban yang beredar, itu pekerjaan orang yang tak bertanggung jawab," Kata Djajadi
Djajadi menghimbau agar siswa tidak terpengaruh dengan iming-iming itu sebab akan merugikan diri sendiri. " Lebih baik giat belajar dari pada harus dapat yang instan," Kata Djajadi.(Mg15)
Selengkapnya...
Bupati Tinjau Pelaksanaan UN
Enrekang--Ujian Nasional di Kabupaten Enrekang diikuti 2162 siswa. Bupati Enrekang Haji La Tinro La Tunrung pada hari pertama,Selasa 22 April, memantau langsung pelaksanaan Ujian Nasional di tiga sekolah.
Dalam pantauannya,yang ditemani Kepala Diknas Enrekang, Drs Djajadi Silamma di SMU Negeri 1 Enrekang, La Tinro bahkan masuk kedalam kelas dan melihat langsung siswa mengerjakan soal-soal UN.
Di SMU Negeri 1, La Tinro mendapat laporan, ada tiga ruangan kelas yang terlambat mendapatkan soal dan lembar jawaban. Namun keterlambatan itu tidak menghambat pelaksanaan ujian nasional. Seorang siswa juga dinyatakan sakit dan mengerjakan soalnya dibantu oleh tim pengawas independen.
Pada tahun 2007 lalu, dua siswa SMU Negeri 1 Enrekang dinyatakan tidak lulus. La Tinro berharap tahun 2008 pencapaian kelulusan bisa mencapai seratus persen.
" Kita berharap mencapai angka kelulusan sampai seratus persen," Kata La Tinro.
Selain itu, La Tinro juga berharap, kualitas mutu anak didik di Kabupaten Enrekang dapat terus ditingkatkan dan bersaing dengan daerah lain.(Mg15)
Selengkapnya...
Senin, 14 April 2008
Perempuan Pengojek Pertama,Sudah bisa Cicil Motor Baru.
Ratna, (32) dengan bangga mengungkapkan jika dirinya menjadi perempuan pertama yang mengojek di Enrekang. Mengojek sudah dilakoni Ratna tujuh bulan yang lalu.
" Awalnya saya selalu digangguin, tapi saya cuek saja," Kata Ratna.
Ratna mengungkapkan, orang enrekang sebenarnya banyak yang mau mengojek, tapi masih malu-malu. " Sebenarnya mau ji juga mengojek, tapi masih malu-malaui semua," Kata Ratna.
Siapa sangka, berawal dari inisiatif itu, hingga kini, di Enrekang sudah ada tiga perempuan yang mengojek.
Ibu empat orang anak ini mengatakan dari kerja mengojek ini, ratna bisa membawa uang ke rumah perhari rata-rata Rp 50 Ribu rupiah. " Kalau andalin gaji suami mana cukup," Kata Ratna yang suaminya bekerja pada seorang Notaris.
Sejak tiga hari yang lalu, Ratna juga sudah memakai kendaraan yang baru untuk mengojek. " Motor itu hasil dari mengojek selama tujuh bulan," Kata Ratna Bangga.
Selama mengojek Ratna,lebih banyak membawa penumpang perempuan. " Kalau laki-laki yang saya kenal dan dekat, biasa saya bawa," Kata Ratna.
Ratna mengungkapkan jika selama ini profesi tukang ojek mendapat dukungan dari Suami dan anak-anaknya.
Perempuan yang lain berani mencoba ?.
Selengkapnya...
Kamis, 10 April 2008
DPRD Himbau Defenitifkan SETDA
Enrekang—Posisi Sekertaris Daerah sebagai jabatan struktural yang strategis dan penting sebaiknya segera diisi pejabat defenitif.
Pentingnya pejabat defenitif kerena terkait dengan pengelolaan anggrana dan pembinaan PNS.
Ketua DPRD Enrekang H. Achmad Anggoro yang ditemui wartawan, Jumat 11 April menilai,
posisi Setda akan lebih efektif dan fokus membina PNS dan mengelola anggaran jika
ditangani pejabat defenitif. Anggoro juga tidak mengerti sampai saat ini, pemerintah
belum menunjuk pejabat defenitif.
Anggoro mengemukakan, Saat ini sudah ada tiga nama yang dikirim di Depdagri yaitu Amiruddin, Djajadi Silamma dan Chaerul La Tanro. “ Saat konsultasi dengan Depdagri
bulan februari lalu, kami diperlihatkan tiga nama itu,” Kata Anggoro.
Walaupun begitu, Anggoro menilai, pejabat defenitif akan lebih efektif bekerja walaupun selama ini Alimuddin Ralla sebagai pelaksana tugas juga memperlihatkan kinerja yang baik.
“ Walaupun selama ini pejabat sementara memperlihatkan kinerja dengan baik namun
lebih efektif jika dijabat oleh pejabat defenitif,” Kata Anggoro.
Anggoro mengatakan, DPRD tidak akan bosan mengeluarkan himbauan kepada Pemerintah untuk segera mengisi jabatan Setda. Anggoro mengakui, peran DPRD hanya sebatas memberi himbauan. “ Inilah keterbatasan DPRD, todak seperti dulu lagi dimana DPRD yang menetukan pengangkatan Setda,” kata Anggoro.
Menurut Anggoro, dalam beberapa hari kedepan DPRD kembali akan melakukan koordinasi dengan Eksekutif. “ Insya Allah, saat pertemuan itu kita kembali menyarankan segera mengangkat pejabat defenitif,” kata Anggoro. (Mg15)
Selengkapnya...
Senin, 07 April 2008
Pendukung La Tinro turun ke jalan.
Enrekang—Mendengar akan adanya demo yang dilakukan oleh Laskar Massenrempulu, Massa yang mengatasnamakan Pendukung Bupati Enrekang Haji La Tinro La Tunrung pun ikut turun ke jalan, dan mendatangi Kantor Bupati, Senin 07 Maret.
Massa yang turun ke jalan dan terus memekikkan “ Hidup La Tinro”, mengklaim dirinya turun karena dorongan hati nurani. Mereka bermaksud menjaga agar para demonstran yang mengatasnamakan Laskar Massenrempulu dapat menyalurkan aspirasi dengan baik secara benar dan tidak melakukan pembunuhan karakter. Namun sayangnya, mereka tidak mengantongi surat ijin.
Dalam orasinya, Lily mengatakan turunnya mereka ke jalan hanya untuk mengamankan demokrasi dan memantau agar proses penyaluran aspirasi tidak mengarah ke pembunuhan karakter.
“ Kita berkumpul hanya untuk memantau agar demokrasi tidak kebablasan dan para demonstran tidak melakukan cara cara kotor seperti pembunuhan karakter,” Kata Lily.
Mendengar Massa pendukung La Tinro tidak mengantongi ijin, Kapolres Enrekang AKBP Endi Sutendy meminta massa untuk membubarkan diri setelah diberi kesempatan menyampaikan aspirasi selama 15 menit.
“ Kita tahu mereka tidak ada ijin, tapi belum ditindak sebab mereka harus diberi pemahaman dulu,” Kata Endi.
Menurut Endi, Masyarakat harus diberikan pemahaman terlebih dahulu bagaimana etika menyampaikan aspirasi. Pihaknya tidak mau begitu saja menghambat saluran yang berakibat anarkis. “ Setelah mereka semua paham, kita tidak lagi mentolerir ada demo yang tidak berijin,” Kata Endi. (Mg15).
Selengkapnya...