Dunia anak-anak memang dunia bermain. Di Enrekang sini pun sepertinya anak-anak tak berhenti main jika tidak diingatkan orangtuanya. Disekitar rumah sayapun anak main dari pulang sekolah sampai jam sepuluh malam. Sangat berlebihan.
Kadang mereka main ke Galeri yang saya kelola, namun hanya sebentar kemudian lari lagi berkumpul bersama teman, Bermain. Mereka sebenarnya senang jika berada di Galeri, membaca komik atau buku cerita, namun mungkin karena koleksi buku untuk mereka belum banyak maka mereka pun cepat pergi.
Sebenarnya ada niat untuk memperbanyak koleksi buku bagi mereka dan juga kadang telintas dalam pikiran untuk mengajak mereka berkumpul, belajar mewarnai, belajar bersama atau sebagainya, namun kondisi Galeri belum banyak memberikan mereka ruang bersama.
Untuk itulah bagi pembaca yang budiman, jika seandainya anda mau membantu untuk memberikan sedikit buku yang mungkin anda punyai tapi sudah tidak dibaca lagi maka mungkin baiknya anda sumbangkan pada galeri yang saya kelola.
Berikut alamat galeri Saya
Jl K.H. Akhmad Dahlan No 26 Enrekang
Sulawesi-Selatan. 91711
Telp. (0420) 21539)-081524239499.
Anda ingin lebih tahu Geleri Macca. Klik Galeri Macca yang ada di halaman Posting.
Selengkapnya...
Minggu, 25 November 2007
Mencari Donatur Buku Anak.
Senin, 12 November 2007
Enrekang Seperti yang dulu
Sudah lima hari ini aku di Kampung tercinta. Belum ada yang berubah. Dan juga belum ada riak masyarakat kecuali pasar senin dan kamis dimana masyarakat tumpah ruah berbelanja.
Beberapa anak-anak galeri juga masih ada yang ngumpul, lainnya sudah tinggalkan kampung mencari ilmu. Ada yang di makassar juga ada yang ke Jawa.
Apa lagi yang akan Galeri Lakukan sekembalinya saya di Kampung ? Kata anak-anak dan juga beberapa kerabat yang kutemui.
Banyak mimpi yang ku bawa. Banyak hal yang akan aku lakukan. Tapi kita harus banyak menevaluasi dulu apa yang sudah Galeri Lakukan sebelumnya dan mungkin awal januari kita sudah harus bergerak. Itu kata saya pada anak-anak Galeri.
Saat ini, buku-buku yang ada di Galeri sedang di Inventarisasi. Dan ternyata sudah banyak buku yang hilang. Mungkin hal ini akan menyulitkan untuk membuka kembali perpustakaan mini yang dulu sudah berjalan. Tapi semoga bukan jadi penghalang.
saya juga sementara menyusun program pengentasan buta huruf dan kampanye sadar membaca. Saya belum mencoba mencari link ke pemerintah, semoga saja program ini mendapat respon yang baik.
Ke depan Galeri Macca akan banyak bergerak dalam dunia pendidikan. Semoga program yang dikerjalkan dapat direspon oleh semua pihak.
Selengkapnya...
Jumat, 02 November 2007
Selamat Tinggal Bandung
Selamat tinggal bandung, selamat tinggal kawan, selamat tinggal semua yang pernah bersama, selamat tinggal kenangan.Rasanya berat untuk pergi. Rasanya waktu yang diberi sangat sebentar. Tapi karena aku orang kampung, tak ada pilihan untuk tidak kembali ke kampung. Cukup sudah waktu berkelana selama ini.
Makasih buat KKB Ikopin, pengurus, karyawan dan teman-teman diwarnet. Blog ini takkan tercipta tanpa Cybernet KKB Ikopin. Makasih, makasih, dan makasih.
Sedih. Perpisahan yang entah kapan lagi bisa bertemu. Saya ngga tau harus bilang apa untuk orang-orang yang berjasa atas waktu dan tenanganya bersama saya selama ini. Saya pasti akan merindukan saat-saat bersama.
Semoga kebersamaan memberi semangat pada saya untuk membangun kampungku tercinta. Doa kalian semoga memberi berkah dalam hidupku.
Selengkapnya...
Rabu, 31 Oktober 2007
Orang-Orang yang berjasa.
Banyak orang yang berjasa dan menjadi teman di Kampus. Tanpa mereka-mereka ini mungkin saya hanya menjadi mahasiswa biasa saja yang datang duduk, diam dan pulang.
Yang berjasa, membimbing, memberi ilmu dan menjadi sahabat :
Untuk yang di Fakultas manajemen Sumberdaya Manusia dan yang di jurusanku. Pak Ery ketua jurusanku di Komunikasi bisnis dan penyuluhan, Pak Deden, Bu Ine, Bu Nita yang membingbingku saat proses skripsi, Pak Winata dosen agamaku yang tak mau kalah, juga Pak Wawan, Pak Anwar, pak Dindin yang menjadi Pjs rektor saat pak engkos pergi tinggalkan kampus.
Ada juga pak Prof Rusidi yang akhirnya pensiun juga, pak Kudus, pak Asep, bu Lin yang kata banyak mahasiswa agak galak, bu Lilis. Pak Agus yang saat ini sedang sakit.(Semoga cepat sembuh )
Orang-orang yang ada disekretariat FMS : Pak Agus, Pak Dadi, Pak Wawan, Bu Dedeh yang sudah jadi sekretaris rektor.
Yang Pernah Bersama, beberapa senior yang saya kenal, teman di Kelas dan di Hima : Kang Ridwan, Bu Lala, Kang Niknik, Kang Badri, Kang Soni, Kang Ade, Bang Agus, Faisal, Adi, Wawi, Tati, Firman, Dona, Elis, Enjang, Hilman, Putu, Kiki, Fathoni, Bonci, cica, keuis, irwan, ima, beni, Rika, Enden, Rita.
Teman berorganisasi : Sueb, Fitra, Dedi, Iksan, Otten, Nyang-nyang, Danang, Boim, Sangga, Farid, KAng Ucing, Bang Kocai, Met, Ajat, Ewi, Radja, Faisol, Hafi, Tedi, Susi, Ucup, Andi, Rofi.
Para Clening service yang banyak membantu : Jajang, Ipul, Ulan, Bim-Bim.
Sopir Ikopin Pak Karma dan istrinya Bu Karma.
Dan Masih banyak lagi. Thanks deh.
Selengkapnya...
Selasa, 30 Oktober 2007
Aku dan Ijazahku.
Aku pikir hari ini ijasah dan transkrip nilai saya sudah bisa diambil, soalnya kemarin sudah siap ditandatangani rektor yang baru. Ternyata ada perubahan lagi. Jadinya Ijazah dirubah lagi, perubahan ini sudah yang ketiga kalinya sejak agustus kemarin. Orang Biro Akademik sudah bosan dengan kedatangan saya.
Menurut Bu Rima, bagian akademik, yang saya temui tadi, perubahan ini adalah kebijakan yang turun langsung dari pak rektor. " Sekarang konsepnya lagi dibuat, dan akan disosialisaikan ke jurusan, kalau memungkinkan ijasah bisa diambil dua minggu kemudian," Kata Bu Rima.
Dua minggu ? Kacau deh. Saya harus segera pulang kampung dan orang tua sudah mengultimatum supaya segera ada di kampung secepatnya, paling lambat tanggal 10 November.
Kalo rektor terdahulu, ijazah ditandatangani oleh rektor dan pembantu rektor I bagian akademik dan kemahasiswaan. begitupun dengan transkrip nilai. Sekarang, Ijazah oleh rektor dan ketua jurusan. Dan transkrip langsung ketua jurusan dan Wakil rektor I. Pembantu rektor sekarang diganti nama Wakil rektor.
Bu Rima bicaranya sangat lembut dan penjelasannya ngga bertele-tele. Tapi aku bingung dengan penundaan ini. Aku katakan, aku ingin daftar PNS di kampungku yang akan tutup tanggal 5 nov besok. "Apa ngga bisa dipertimbangin Bu, gimana" Kata Saya.
"Semua tergantung ketua jurusan. Apalagi kan ketua jurusan anda pasti agak susah jika dimintai tanda tangan karena selalu ingin ada hitam diatas putih, sedangkan aturannya sedang dibuat," Kata bu Rima lagi.
"Gimana kalo saya obrolin ini langsung pada Pak Ery sebagai ketua jurusan, kebetulan beliau Dosen pembimbing saya dan sudah saya anggap orang tua disini," Kata saya memelas. Aku belum mau mundur. Padahal saya masih punya utang tugas sama pak Ery.
Akhirnya, bu Rima sendiri yang nelpon pak Ery. Ngejelasin kalo ada anak bimbingan pak Ery asal sulawesi ingin melamar PNS dan secepatnya ingin ambil ijazah yang kalo bisa ditandatangani pak Ery sebelum aturan yang baru disahkan. "Gimana Pak Ery mau tanda tangan ?" Kata Bu Rima dibalik telpon.
Akhirnya Pak Ery mengiyakan. Dibuatlah ijasah dengan konsep yang baru. Dan saya sendiri yang mengantarkannya pada Pak Ery.
Selengkapnya...
Minggu, 28 Oktober 2007
Sumpah Pemuda dan Ikopin
Kemarin hari sumpah pemuda 28 oktober dirayakan sebagian masyarakat Indonesia yang masih mengingatnya dan masih menjiwainya. Sumpah yang dipekikkan oleh para pemuda atas nama Indonesia.
Masihkah ada semangat seperti itu saat ini ?
Sepertinya semangat yang ada sudah kedodoran, tidak lagi melekat dalam kehidupan kita berbangsa dan bernegara. Semangat yang juga menghilangkan etos kerja kita.
Bagaimana bangsa ini mengajar ketertinggalannya ?
Di Ikopin, Para karyawan, dosen, mahasiswa baru maupun yang lama, hari ini baru memulai aktifitasnya. Padahal kampus yang lain sudah memulainya seminggu yang lalu. Hari kerja pemerintah pun ditentukan minggu yang lalu.
Teman saya berkata " Kemana aja, kampus yang lain udah pada kemana, kok Ikopin baru memulai, gimana mo maju".
Teman saya ini ngga tau kali ya kalo semangat perubahan saat ini melingkupi Ikopin. Dia ngga tahu kalo para civitas akademika Ikopin sangat meresapi kata-kata pak Adi sasono bahwa Ikopin harus berubah, kalo tidak mati saja. Tentu para petinggi ini menginginkan perubahan, bukan kematian.
"Coba lo hadir saat pelantikan rektor," Kata saya.
semangat perubahan itu tidak hanya dipekikkan Adi sasono. Suryadhama Ali yang menteri koperasi pun mengingatkan itu. Jadi kata saya, walaupun lambat asal ada semangat.
Doakan saja, semoga semangat itu benar-benar dihayati. Kita orang luar todak boleh mengurusi rumah tangga orang. Orang Ikopin kan pada pintar-pintar. Pastilah pada tahu papatah " Kejarlah daku kau ku kejar".
Dan takkan mau Ikopin mati pastinya.
Selengkapnya...
Sabtu, 27 Oktober 2007
Ikopin gelar Halal-Bihalal.
Walaupun lebaran sudah lewat, tapi bukan berarti membuka hati untuk saling memaafkan sudah tertutup. Bukankah pintu maaf selalu terbuka bukan hanya saat lebaran ?
Sabtu (27/10), Civitas Akademika Ikopin menggelar Halal-Bihalal. Ada nuansa yang baru dirasakan sebab kali ini bersama rektor Ikopin yang baru dilantik kemarin. Bahkan istri dan anak para dosen dan karyawanpun pada datang. Dan sekali lagi, tak tampak batang hidung satu orangpun mahasiswa Ikopin. ( Emang lagi libur sih )
Semoga semangat untuk saling memaafkan hari ini menimbulkan proses merenung bagi civitas akademika untuk memperbaiki kembali Kampus kita ini. Jangan sampai hanya datang untuk saling menyapa dan saling memaafkan tapi perlu dibuat komitmen bersama untuk memulai kembali membangun Ikopin. Seperti yang ditegaskan para tokoh koperasi yang di pelantikan rektor kemarin bahwa Ikopin harus berubah. Dan ini ditegaskan lagi oleh ketua yayasan, Muslimin Nasution.
Sekali lagi jangan hanya nilai pertemuannya yang dilakukan, sekarang kita tancap gas dan merenungkan kembali nilai kebersamaan. Bukankah itu yang selalu diajarkan di Kampus Ikopin ?
Selengkapnya...
Jumat, 26 Oktober 2007
Pelajaran Hari Ini
Pelajaran penting hari Ini.
1. Jangan Ceroboh jika minjem motor orang, Nabunglah biar bisa beli motor sendiri.
Tadi aku minjem motor teman, pulang ke rumah. Tau-taunya pas mo nyampe rumah, eh motornya habis bensin. Dan keselnya lagi, dia baru nge-SMS " Ati2 bensinnya mo habis" katanya. Kan sial jadinya.
2. Jangan Sampai saku kantong ga berisi, buat jaga-jaga.
Bensin abis, aku pikir kalo tempat bensinnya ditiup masih bisa sampai di Pom Bensin dekat rumah, eh tau-taunya ngedorong. Pas sampai Pom bensin ternyata aku ngga bawa uang. Sial lagi. Aku jalan nyari ATM terdekat. Kan sial jadinya.
3. Jangan jaim.
Pas mo pulang, aku diajak makan di IAIN Sunang Gunung Djati. Aku masih kenyang kataku jaim. Dan sialnya lagi, tempat aku ngambil uang di IAIN Sunan gunung Djati. Kan sial jadinya.
Makanya buat siapa saja, ingat pelajaran gua hari ini. Kata pepatah lama, Keledai takkan masuk ke lubang yang sama.
Selengkapnya...
Kamis, 25 Oktober 2007
Enrekang Membaca dan Membaca Enrekang
Salah satu penyebab kurangnya minat membaca masyarakat adalah kurangnya akses masyarakat pada buku. Padahal dengan membaca masyarakat bisa mendapat pengetahuan dan pendidikan.
Sejak tahun 2005, Galeri Macca membuka perpustakaan mini yang berisi tidak lebih dari 200 judul buku terdiri dari buku remaja populer, beberapa buku umum dan Komik. Selain Galeri Buku, sudah lebih dulu juga sudah berdiri Perpustakaan Daerah (Perpusda) yang dikelola Pemerintah. Namun minat masyarakat untuk membaca masih kurang.
Perpustakaan yang dikelola Galeri Macca awal berdirinya memang mendapat respon yang baik. Tiap harinya dikunjungi lima sampai enam orang. Namun karena kondisi buku yang tidak bertambah, dalam sebulan hanya dikunjungi sektar dua sampai tiga orang.Kondisi yang hampir sama dengan Perpusda.
Galeri macca juga menilai, letak geografis Kabupaten enrekang yang jaraknya lebih 200 Km dari kota makassar juga memberi efek. Kalau dikota orang sudah bisa mendapat banyak buku baru dalam tiap harinya, mungkin di enrekang, dalam satu tahun hanya ada beberapa buku baru yang dibaca masyarakat.
Galeri Macca sudah mencoba agar tiap bulannya paling tidak harus ada beberapa buku baru namun kondisi keuangan sekali lagi menjadi penghalang. Akhirnya menjadi angan dan mimpi saja. Untuk membeli buku satu atau dua buku baru saja harus mengeluarkan ongkos 200 ribu. Padahal buku saja harganya lebih murah dari ongkos. Sangat berat dirasakan. (Manre Ongkoso, nakana to Mangkasa).
Maka tak heran jika masih ada anak-anak SD yang kelas lima belum bisa membaca, Belum bisa menulis dengan baik karena tidak dibiasakan untuk membaca dan menulis. Bagaimana dengan masyarakat yang saat ini sudah diracuni dengan Sinetron.
Namun sekali lagi, Galeri Macca tidak patah arang dengan kondisi itu, kadang buku yang ada di bawa di depan sekolah Negeri, Kadang juga di bawa di taman bermain berharap ada masyarakat yang mau membaca buku lama yang ada.
Ya, hanya semangat saja yang ada dan berharap ada masyarakat yang mau berbuat yang sama. Mungkin dari situ juga sebab enrekang belum terbaca di Peta Provinsi apalagi di Peta Nasional. Wah....... mimpi ?
Selengkapnya...