Selasa, 26 Agustus 2008

MCT Pentaskan Naskah "Ketika Ratu Sakit"


ENREKANG--Siswi SMU PGRI yang tergabung dalam Macca Community Theatre MCT akan mementaskan naskah drama dalam bentuk pertunjukan teater, Sabtu 23 Agustus. Pertunjukan teater ini akan berlangsung dua malam hingga minggu malam.

Sutradara sekaligus koordinator MCT, Lapanre Putra Langit, yang ditemui, Jum'at, 22 Agustus mengatakan pementasan yang membawakan naskah saduran dari pengarang francis dengan judul "Ketika Ratu Sakit" ini berkisah tentang pencarian kemeja orang yang bahagia oleh penghuni istana.

" Kami sengaja mengangkat kisah-kisah ini sebagai suatu refleksi ditengah masyarakat yang saat ini sedang dilanda kesedihan ditengah kondisi ekonomi yang suram," Kata Lapanre.

lapanre mengatakan, gambaran suramnya kondisi perekonomian membuat banyak orang yang kehilangan akal sehatnya. Sehingga untuk mencari kebahagian bukan lagi prioritas. " Sepertinya orang-orang sekarang terlalu sibuk mencari kekuasaan dan duit," Kata Lapanre.

Dalam pementasan ini, Lapanre mengatakan, pementasan perdana MCT ini walaupun hanya dengan mengandalkan dana yang minim tapi semangat para siswi untuk tampil luar biasa. Pementasan ini juga didukung Zmada Zone yang peduli terhadap perkembangan dunia anak muda Enrekang.

Lapanre berharap, pemerintah memberikan ruang bagi anak muda Massenrempulu dalam berkreasi. Pementasan teater yang baru terjadi lagi di Bumi Massenrempulu ini, juga diharap sebagai tanda adanya aktifitas anak muda dalam mengisi pembangunan. (Mg15)
Selengkapnya...

Kamis, 07 Agustus 2008

Tinro Pimpin Lagi Enrekang




ENREKANG--Senyum ceria dan lambaian khas Muslimin Bando bersama wajah tegas Umar Leha yang banyak menyapa warga Enrekang selama tahapan Pilkada, tidak tampak di gedung Natiromata Enrekang, Kamis 07 Agustus saat Pleno KPUD tentang penetapan pemenang Pilkada Kabupaten.

Gedung natiromata yang menjadi saksi penentapan La Tinro juga tidak bergemuruh lagi menyebut angka satu dan tiga seperti saat debat kandidat beberapa waktu lalu. Pihak pengamanan yang ketat melakukan pengamanan saat acara berlangsungpun terlihat santai.

Muslimin Bando dan Umar Leha adalah calon Bupati Enrekang dan menjadi pesaing Haji La Tinro La Tunrung yang ditetapkan KPUD Enrekang sebagai pemenang Pilkada dengan raihan suara sebanyak 45.460 suara atau sebesar 45,14 persen. Hasil yang diraih Muslimin Bando adalah 31.184 atau 30,96 persen, dan Umar Leha 24.066 atau 23,90 persen.

Ketidakhadiran kedua Calon Bupati itu terkait dengan ketidakpercayaan mereka pada proses Pilkada yang mereka Klaim banyak menimbulkan kecurangan. Namun, secara keseluruhan, proses Pilkada ini dinilai positif bagi pihak pengamanan, pemerintah dan KPUD.

Ketua KPUD Enrekang, Tamsil Koto mengatakan, pada awal tahapan Pilkada, semua kandidat menyatakan siap menang dan siap kalah, namun kedewasaan politik belum tergambar dengan ketidakhadirian kedua kandidat.

Namun, Kata Tamsil, ketidakhadiran para kandidat tidak mempengaruhi keabsahan hasil pleno KPUD.

" Walaupun dua kandidat tidak hadir, namun hasil pleno KPUD yang menentapkan Haji La Tinro La Tunrung-Nur Hasan sebagai pemenang tetap sah," Kata Tamsil.

Keputusan KPUD yang menetapkan Pasangan Halalan-Hasanah sudah diduga sebelumnya setelah LSI yang dalam perhitungan cepatnya juga memenangkan pasangan nomor urut II ini.

La Tinro saat menggelar jumpa pers mengatakan rasa terima kasihnya kepada masyarakat yang masih memberikan kepercayaan padanya untuk memimpin kedepan bersama pasangannya Nur Hasan. La Tinro juga mengajak para kandidat lainnya untuk sama-sama membangun Bumi Massenrempulu.

" Menjadi pemimpin memiliki tanggung jawab yang besar dan kepercayaan masyarakat ini akan saya pergunakan sebaik-baiknya untuk membangun Massenrempulu lebih bhaik lagi," Kata La Tinro yang mengukir sejarah menjadi Bupati yang memimpin Enrekang Dua Periode.

Terkait dengan rencana ke depan, la Tinro tidak menyebutkan akan langsung bekerja dan tidak punya prioritas seratus hari masa kerjanya.

" Tidak ada seratus hari, kalau bisa hari ini bekerja, saya akan lakukan yang terbaik hari ini," Kata Tinro.
Selengkapnya...

KPUD Beri Waktu 3 Hari untuk Masukkan Gugatan


ENREKANG--Setelah menetapkan pasangan Haji La Tinro La Tunrung-Nur Hasan sebagai pemenang Pilkada, KPUD Enrekang, Jumat (Hari ini) memberi waktu kepada kedua kandidat untuk melakukan gugatan jika merasa tidak menerima hasil Pilkada.

Tiga Anggota KPUD Yusuf Saha, Amran Martin dan Ahmar Sutansi mengatakan jika kedua kandidat merasa ada yang tidak benar dalam proses pilkada dan memiliki bukti dan mengajukan gugatan maka KPUD memberi waktu selama tiga hari untuk memasukkan gugatannya.

" Asal mereka memiliki bukti yang cukup dan merasa keberatan dengan hasil penetapan KPUD, dua kandidat kami beri kesempatan untuk melakukan gugatan," Kata Amran Martin.

Senada dengan itu, Yusuf saha menambahkan, proses gugatan pihak yang tidak menerima Hasil Pilkada adalah wajar dan KPUD siap menerima gugatannya selagi itu dilengkapi dengan bukti yang benar.

Sebelumnya, Juru Bicara Hulapa Arsoni dan Juru Bicara Hambamu mengatakan tidak menerima apapun hasil yang ditetapkan KPUD Enrekang. Mereka melihat, selama tahapan pilkada, banyak kecurangan-kecurangan yang terjadi dan tidak mendapat perhatian serius oleh KPUD dan Panwas.

Ketua Panwaslu Enrekang Arifin Ali yang ditemui terpisah mengatakan banyak temuan dan surat pengaduan yang masuk ke Panwas selama Pilkada antara lain adanya pelanggaran Kampanye dengan Lintas Zona dan pelibatan anak dibawah umur yang dilakukan tiga kandidat.

" Namun dari semua pelanggaran yang ada, tidak ada indikasi pelanggaran Pidana,kalaupun laporannya ada yang masuk ke Panwas, itu tidak bisa dibuktikan dan tidak ada saksi dan pelapornya," Kata Arifin.

Arifin menjelaskan, pelanggaran Pilkada apakah itu pelanggaran Administrasi dan Pidana bisa diteruskan jika memiliki tiga unsur, ada pelapor, ada saksi dan ada Bukti.

" Selama ini, banyak kasus aduan yang masuk ke Panwas tapi tidak ada yang berani menunjukkan siapa pelapornya, siapa saksinya," Kata Arifin.

Beberapa pelanggaran yang ditemukan maupun yang masuk ke Panwas adalah bagi sembako Murah dihari tenang, pencemaran nama baik, keterlibatan PNS dalam kampanye, black campaign lewat brosur.

" Ada yang sudah kita proses dan teruskan ke KPUD dan Pemerintah, ada juga yang sulit kita dapatkan saksi dan pelapornya sehingga tidak bisa diteruskan untuk diproses," Kata Arifin.(Mg15)
Selengkapnya...

Selasa, 15 Juli 2008

Di Hukum Saat MOS


Kegiatan MOS di SMU Negeri 1 Enrekang disambut dengan gembira para siswa-siswi baru. Empat Orang Siswa yang tidak memakai pernak-pernik yang ditugaskan dihukum seniornya.
Selengkapnya...

Minggu, 13 Juli 2008

MOS DISAMBUT GEMBIRA.




ENREKANG--Seperti tahun-tahun sebelumnya, Masa Orientasi Siswa baru DI SMU Negeri 1 Enrekang, Senin 14 Juli, disambut antusias oleh siswa-siswi baru dengan memakai pernak-pernik daur ulang yang ditugaskan panitia pelaksana.

Berbagai macam gaya dan tugas yang diberikan panitia dalam penyambutan MOS. Ada yang memakai mahkota dari bekas bungkusan permen, mencoret pipinya dengan gambar "Love", memakai tas Kardus dan Plastik keresek, ada juga yang memakai plastik sebagai sepatu dan pembungkus kepala.

Sri Febrianti, Siswi baru, yang memakai Topi dari daun pohon kakao (Coklat) dan menenteng tas dari kardus, mengakui jika tugas yang diberikan sebagai uji mental.

" Saya senang-senang saja pakai topi dan tas ini, lagian semua orang juga tampak lucu," Kata Sri.

Sri yang lulusan dari Pesantren ini mengatakan jika tugas yang diberikan saat MOS sebagai bagian dari penyambutan dan perkenalan siswa-siswi baru dan tidak memberatkan keuanganya.

" Semua tugas yang diberikan kan bisa didapat karena semua bekas pakai, kita tinggal mencari saja," Kata Sri.

Kepala Sekolah SMU Negeri 1 Enrekang Drs. Amiruddin, mengatakan agar siswa-siswi yang baru masuk di SMU Negeri 1 dapat memperlihatkan prestasinya dan belajar dengan sungguh-sungguh.

" Kalian adalah orang pilihan yang masuk ke Sini, dan jangan sia-siakan waktu dan pacu diri untuk berprestasi," Kata Amiruddin.

Ketua Panitia Penerimaan Siswa Baru dan MOS, Abd. Hafid, S.Pd mengatakan di SMU Negeri 1 Enrekang ada 218 siswa-siswi baru yang diterima dari 459 calon siswa yang mengembalikan Formulir.

" Dari hasil seleksi panitia, akhirnya kita tetapkan 218 orang yang berhasil masuk ke SMU Negeri 1 Enrekang," Kata Abd Hafid.
Selengkapnya...

Pemimpin Pembohong Tidak Akan dipilih Rakyat.

ENREKANG--Pemimpin yang hanya bisa memberi janji dan banyak membohongi Rakyat akan tamat karirnya dalam politik.

" Pemimpin pembohong hanya bisa satu periode saja, setelah itu tidak ada lagi rakyat yang akan memilihnya," Kata Dr. Armin Arsyad, M.Si, saat menjadi pembicara pada Workshop Pendidikan Pemilih dengan dengan Tema Peran Politik dan Partisipasi Masyarakat Pada Pemilu Tahun 2009 yang diadakan KPUD Enrekang, Minggu, 13 Juli Kemarin.

Hadir juga saat itu sebagai pembicara Ketua KPU Sul-Sel Dr. Jayadi Nas, M.Si dan Ema Husaimah, Spesialis Pendidikan Pemilih.

Arsyad Menilai, Banyaknya Partai yang ikut pemilu saat ini juga bisa memunculkan karakter pemimpin seperti itu.

" Banyak sekali pengurus partai yang ada saat ini adalah orang-orang yang lompat dari partai satu membentuk partai baru," Kata Arsyad.

Arsyad mengatakan, untuk menjadi pemimpin yang kuat minimal punya pengalaman bersama rakyat minimal 30 tahun sebelumnya.

" Maka, pemimpin partai yang baru saat ini, jangan bermimpi untuk meraih sesuatu dengan instan, rakyat sudah pandai memilih pemimpin," Kata Arsyad. (Mg15)
Selengkapnya...

Jumat, 11 Juli 2008

Mogepun Ikut Antre

Pernah liat para pengguna Moge berebut bensin eceran ?. Bahkan, rombongan 10 Motr gede itu, hampir saja tidak melanjutkan perjalananya ke Tanah Toraja, Jumat, 11 Juli.

Bensin yang langka tidak hanya membuat warga enrekang kesal, bahkan sudah beberapa hari ini, bensin yang ada di satu-satunya POM Bensin yang ada di Kota Enrekang selalu habis tidak dalam hitungan 24 jam.

Selengkapnya...

Rabu, 02 Juli 2008

Stiker di Mobil Anggota Dewanpun di Keluarkan.

ENREKANG--Penertiban Stiker pasangan calon yang ada di kendaraan umum dan pribadi yang dilakukan Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) Enrekang bersama Dinas Perhubungan dan Kepolisian tidak pandang bulu, Kamis 03 Juli.

Anggota DPRD Enrekang, H. Nurdin Rauf, yang melintas dan hendak membeli bensin, diberhentikan. Stiker pasangan Halalan-Hasanah yang terpasang dimobilnya pun dikeluarkan.

Ketua Panwas Enrekang, Arifin Ali, menyatakan, penertiban Stiker dilakukan dengan alasan, Stiker-Stiker yang ada dikendaraan itu termasuk bentuk publikasi yang bisa mempengaruhi pemilih.

" Padahal, aturannya, tanda gambar atau atribut pasangan harus tidak ada lagi terlihat sebelum masa kampanye berlangsung," Kata Arifin.

Saat penertiban, para sopir mobil sempat terheran-heran dan kaget. Tapi untungnya, penertiban yang dilakukan berjalan tertib.

Arifin mengatakan, jika dalam penertiban ini, ada mobil atau kedaraan yang susah dibuka Stikernya, maka panwas meminta agar kendaraan itu tidak dipakai sebelum kampanye berlangsung.

" Jadi, kita akan minta para pemilik kendaraan yang stikernya tidak bisa dikeluarkan agar, mobilnya diparkir dahulu, jangan dipakai sebelum kampanye," Kata Arifin.


Rencananya, PAnwas melakukan penertiban dalam waktu satu minggu. Panwas akan mengeluarkan teguran jika masih ada kendaraan yang bersileweran dijalan setelah penertiban dilakukan. (Mg15)
Selengkapnya...

Bensin Habis, Elpiji melonjak.

ENREKANG--Beberapa hari ini, SPBU Enrekang selalu kehabisan stok bensin. Dalam hitungan jam, setelah stok tangki diisi, Bensinpun habis.

Syukur, yang sehari-harinya menjadi pengojek dan pengantar koran dibuat pusing oleh kelangkaan BBM itu. Sementara di penjual Eceran, Bensin mencapai harga Rp 7.000 - 9.000.

" Kalau begini terus, bisa-bisa koran terlambat dibagi, dan rejeki berkurang," Keluh Syukur, yang ditemui saat sedang menyusun korannya untuk dibagi, Kamis, 03 Juli.

Tidak hanya kelangkaan Bensin yang dikeluhkan warga, melonjaknya harga gas Elpiji sampai Rp. 95.000, membuat pengusaha kecil di Kabupaten Enrekang berteriak.

Daminang, yang ditemui dirumahnya usai membeli gas elpiji menyatakan, naiknya gas elpiji ini membuatnya harus berhemat menggunakan gas. " padahal, tiap hari saya menggunakannya untuk membuat kue untuk dijual," Kata Daminang.

Daminang menceritakan, gas elpiji yang dipakinya bisa habis dalam dua minggu. " Sekarang, saya harus mencari alternatif lain untuk memasak dan membuat kue," Katanya.

Sepertinya, kelangkaan Bensin dan melonjaknya harga Elpiji itu belum dapat dipastikan kapan akan berakhir. Masyarakat, harus selalu antri dan hanya bisa mengeluh. (Mg15)
Selengkapnya...