ENREKANG-- Empat orang perempuan bersama satu orang anak kecil, Pencuri Susu Bayi di tiga daerah, akhirnya dibekuk Aparat Kepolisian dari Satuan Lalu Lintas setelah terjadi aksi kejar-kejaran, Kamis, 05 Juni Kemarin.
Para kawanan pencuri susu ini, Yakni Yulianti, Anti, Asriani, dan Ramsita, dan satu anak kecil Dilla (3) Anak dari Yulianti, dibekuk setelah mobil Xenia DD 720 JD yang mereka pakai menabrak pohon dan masuk selokan dijalan Arif Rahman Hakim, dekat Mesjid Taqwa Enrekang. Mantang alias Rames, Sopir mobil itu melarikan diri dan hingga kini masih Buron.
Bripda Muh Mirza. F, yang menangkap kawanan pencuri itu mengungkapkan, Saat dirinya sedang jaga di Pos Lantas, masuk telepon dari Polsek Anggeraja mengabarkan ada mobil Xenia hitam yang mencurigakan dan diduga pelaku pencurian.
" Akhirnya saya putuskan untuk menunggu dan mencegat mobil itu, tapi mereka malah tancap gas dan saya kejar," Kata Mirza yang melakukan pengejaran seorang diri.
Setelah diperiksa, terungkap jika kawanan pencuri itu berhasil mencuri 5 buah kaleng susu bubuk besar di Toko Ratu Kalena, Cakke. Sebelumnya, Kawanan pencuri itu juga berhasil membawa kabur 14 Kaleng susu berbagai merek di Palopo dan 15 kaleng susu berbagai merek di Tana Toraja.
Menurut Syafruddin, jika melihat modus Operandi mereka, sepertinya mereka ini sudah sering melakukan aksi seperti ini. " Tidak mungkin orang yang baru, dan ini pasti sudah profesional," Kata Syafruddin.
Syafruddin yang menceritakan modusnya mengemukakan, Sebelum melakukan pencurian, mereka berempat masuk dalam toko yang kelihatan ramai. Mereka kemuadian mengambil barang yang mereka Incar, kemudian mendekati kasir, disaat-saat kasir sedang sibuk melayani pembeli itulah mereka memasukkan barang mereka dalam tas dan Kabur. (Mg15)
Selengkapnya...
Kamis, 05 Juni 2008
Empat Perempuan Pencuri Susu Di Bekuk.
Rabu, 04 Juni 2008
Organda Tidak difungsikan
Enrekang-- Ketua Organda Enrekang, H. Muchlis menilai selama ini, Dinas perhubungan sebagai pembina Organda tidak pernah memberikan fungsi yang jelas pada Organda.
Selain itu, Kata Muchlis, Organda selama ini tidak dapat berbuat apa-apa sebab selama ini, Organda seperti macan Ompong.
" Siapa yang mau kita bela, Anggota saja kita tidak punya, sebab pemerintah tidak mau melakukan pembinaan dan tidak mau kalau Organda itu hidup," Kata Muchlis.
Muchlis mengatakan, Organda tidak pernah melibatkan diri dalam penentuan kenaikan tarif. " Selama ini Organda tidak pernah mau melibatkan diri dalam menentukan tarif, sebab siapa yang mau diperjuangkan," Kata Muchlis.
Kesadaran para pengusaha angkutan uuntuk berorganisasi dan masuk dalam keanggotaan Organda itu tidak ada.(Mg15)
Selengkapnya...
Sopir Angkutan Desak Pemerintah Keluarkan Tarif Resmi.
ENREKANG--Sopir Angkutan Daerah Kabupaten Enrekang mendesak pemerintah segera mengeluarkan Tarif resmi Angkutan agar ada penyeragaman tarif.
" kalau begini keadaanya, kita sungkan menaikkan tarif, tapi kalau tidak dinaikkan kita terjepit, dosatu sisi, penumpang yang dikorbankan," Kata Gasali, Sopir angkutan Enrekang-Papi.
Gasali menjelaskan, Tarif yang ada saat ini sangat beragam. Rata-rata kenaikan Tarif antara Rp. 1000-5000.
Untuk Enrekang Duri misalnya, Tarifnya naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 15.000, Enrekang-Cakke dari Rp 7.000 menjadi Rp. 10.000.
" Kalau Enrekang-papi saya hanya naikkan seribu rupiah saja, dari Rp 6000 jadi 7000," Kata Gasali.
Menurut Gasali, Pemerintah secepatnya mengeluarkan tarif resmi untuk dijadikan acuan agar tidak muncul keresahan diantara penumpang dan sopir.
Senada dengan Gasali, Husain, Sopir Angkutan Enrekang-Tungka, menghimbau pemerintah secepatnya mengeluarkan tarif. " kalau kita lihat, tarif Enrekang-Sudu itu kenaikannya sudah sangat tinggi, sementara kami ini cuma naik Rp. 2000," Kata Husain.
Selengkapnya...
Pelantikan Bupati Belum Pasti.
ENREKANG--Pelantikan Lody Sindangan sebagai Bupati Enrekang menggatikan Haji La Tinro La Turung sampai saat ini masih simpang siur. Isu yang beredar lewat HP wartawan, Lody Sindangan akan dilantik, Sabtu, 07 Juni.
Lody Sindangan yang dicegat wartawan,Kamis 05 Juni, saat menuju mobilnya kalah mempertanyakan kepada Asisten I Bidang Pemerintahan, Amiruddin.
)
" Tanya saja sama pak Amiruddin, sebab dia yang mengetahui pasti tentang rencana itu," Kata Lody, sambil masuk dalam mobilnya. Lody Sindangan meninggalkan kantor untuk menghadiri undangan Gubernur Sul-Sel di Makassar.
Amiruddin, yang ditanyapun menjawab, sampai saat ini, Surat Keputusan Mendagri tentang pengangkatan Lody Sindangan sebagai Bupati belum sampai dimejanya.
" Belum ada SK yang sampai, kita masih menunggu, kok kalian sudah dapat kabar," Kata Amiruddin.
Menurut Amiruddin, Pemerintah bersama DPRD langsung akan menjadwalkan pelantikan Bupati jika SK dari mendagri tentang pengangkatan Bupati itu sudah turun. (Mg15
Selengkapnya...
Selasa, 03 Juni 2008
Interpelasi bukan untuk menahan pelantikan Lody.
Enrekang-- Hak Interpelasi yang ditujukan oleh enam orang anggota dewan bukanlah untuk menunda atau menahan surat pelantikan Lody Sindangan sebagai Bupati Enrekang.
" Saya kira interpelasi tidak akan sampai ke situ, itu akan melanggar aturan," Kata Muhammad Nurman, AS. SH, Anggota DPRD dari Fraksi Peduli Ummat, yang ditemui selasa, 03 juni.
Nurman, yang tidak ikut menandatangani usulan interpelasi, mengatakan, persoalan interpelasi adalah hal yang bisa saja dan ini adalah hak DPRD. " Mungkin karena, hak ini baru pertama kali dilakukan, maka seakan-akan ini sesuatu yang besar," Kata Nurman.
Menurut Nurman, walaupun dirinya tidak ikut bertandatangan, tapi dirinya memaknai, interpelasi yang diajukan oleh beberapa anggota dewan itu bertujuan untuk mencari persepsi yang sama dalam memandang persoalan netralitas pejabat dan PNS.
Nurman tidak melihat, Interpelasi itu mengarah untuk menahan pelantikan Lody Sindangan sebagai Bupati, sebab jika hal itu dilakukan, itu sudah melanggar aturan. (Mg15)
Selengkapnya...
2 Fraksi Setuju Interpelasi
Enrekang-- Lima Anggota Fraksi Golkar dan satu anggota Fraksi Daulat Ummat akhirnya sepakat mengajukan hak interpelasi kepada Ketua DPRD. Dalam Aturan, Interpalasi dapat diajukan jika diusulkan oleh lima orang anggota Dewan atau lebih.
Lima Anggota Golkar itu adalah Drs. Andi Natsir, M. Idris Sadik, H.Abd Rahman, H. AM. Zubir, Drs. H. Mustakim dan Satu anggota Fraksi Peduli Ummat adalah Fit Salija.
Dalam suratnya kepada Ketua DPRD, hak interpalasi yang diajukan 6 orang anggota dewan itu terkait ketidaknetralan Plh Bupati Enrekang, H.M. Lody Sindangan dalam Pilkada Enrekang. Dalam surat tidak dijelaskan ketidaknetralan Lody itu bentuknya seperti apa.
Idris Sadik, salah satu penandatangan Interpelasi mengatakan dalam aturannya, penggunaan hak interpelasi itu minimal didukung oleh lima anggota dewan. " tapi sekarang sudah enam anggota yang setuju, jadi sudah bisa kita ajukan," kata Idris Sadik kepada wartawan akhir pekan lalu.
Idris menambahkan, jumlah legislator yang sepakat untuk menginterpelasi Lody itu, dipastikan masih akan bertambah, hanya saja karena belum sempat bertandatangan sehingga belum bisa disebutkan nama-namanya.
Idris menjelaskan, penggunaan hak interpelasi itu diajukan dewan karena ada indikasi pejabat bupati Lody Sindangan tidak netral dalam Pilkada ini, hal ini lanjut dia, tentu bertentangan dnegan aturan yang ada.
"Sekarang kita sisah tunggu tindak lanjut dari pimpinan dewan, kapan usulan ini ditindak lanjuti dalam rapat paripurna," kata Idris.
Ketua DPRD ENrekang H Achmad ANggoro yang dikonfirmasi mengatakan bahwa usulan beberapa anggota dewan itu, masih perlu dikaji lebih dalam. "Kita mesti pelajari dulu baru mengambil tindakan, jadi saya belum bisa berkomentar banyak," kata ANggoro singkat.
Lody Sindangan yang dihubungi via ponselnya kemarin mengeaskan bahwa selaku pejabat bupati, dirinya tetap netral dalam Pilkada Enrekang ini. Kendati demikian kata dia, jika dewan ngotot untuk melakukan interpelasi, maka dirinya siap untuk melawan dan buka-bukaan di dewan.
"Saya sudah berkali-kali katakan bahwa saya tetap netral di Enrekang, tapi kalau dewan ngotot, maka saya akan melawan dan buktikan siapa sebenarnya yang pantas untuk diinterpelasi," tegasnya.
Dia menjelaskan, justru Partai Golkarlah yang selama ini banyak menggerakan pejabat bahkan melakukan intimidasi untuk memilih salah satu kandidat. Mulai dari Kepala desa hingga para Camat.(Mg15)
Selengkapnya...
Kamis, 29 Mei 2008
Tambah TPS, Target 90 Persen Pemilih.
Enrekang-- KPUD Enrekang menargetkan tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Bupati dan Wakil Bupati 4 Agustus mendatang. Target ini dipastikan setelah KPUD menambah jumlah Tempat Pemilihan Suara (TPS) menjadi 395 TPS.
Salah satu alasan penambahan TPS mengingat partisipasi pemilih pada Pilkada Gubernur lalu sangat minim karena TPS sulit dijangkau pemilih. Sebelumnya Jumlah TPS ada 322 TPS. Artinya TPS bertambah 73 TPS.
Anggota KPUD Enrekang Akhmar Sutansi yang saat ditemui, Jumat 30 Mei, menjelaskan Topografi daerah Enrekang yang berbukit dan jarak satu desa dengan desa lain berjauhan membuat KPUD memutuskan untuk menambah TPS.
" Sangat susah kita mengharapkan pemilih dapat menyalurkan Hak pilihnya sementara TPSnya jauh dari tempat tinggalnya," Kata Akhmar yang saat itu juga ditemani Yusuf Saha.
Akhmar juga menilai, penyebab minimnya partisipasi pemilih pada Pilkada Gubernur beberapa waktu lalu karena persoalan tempat TPS sulit dijangkau pemilih.
Dengan bertambahnya TPS ini, Akhmar memastikan target jumlah partisipasi pemilih pada Pilkada Enrekang bisa mencapai 90 persen. (Mg15)
Selengkapnya...
Senin, 26 Mei 2008
Angka garis Kemiskinan naik.
Enrekang-- Angka Garis kemiskinan di Kabupaten Enrekang tahun 2007 dipastikan naik setelah dilakukan pendataan. Sedangkan Angka orang Miskin mengalami penurunan.
Menurut Data yang diberikan Badan Pusat Statistik Enrekang,Angka Garis kemiskinan tahun 2006 berjumlah 131.884 orang, sedangkan angka orang miskin berjumlah 42.600 orang.
Namun pada tahun 2007, Angka garis kemiskinan penduduk enrekang naik menjadi sebanyak 137.249, sedangkan angka orang miskin mengalami penurunan menjadi 41.900 orang.
)
Kepala BPS Enrekang, Abd. Salam mengatakan, garis kemiskinan diukur meningkatnya nilai pengeluaran seseorang sedangkan pendapatannya menurun. " Itu menjadi dasar BPS menetapkan ukuran garis kemiskinan," Kata Salam.
Angka garis kemiskinan bisa semakin meningkat setelah harga BBM dan Harga kebutuhan pokok dalam beberapa hari ini mangalami kenaikan.
" Tapi itu belum bisa dipastikan dalam waktu dekat sebab kita akan lakukan lagi pendataan ulang dan hasilnya bukan dalam beberapa bulan ini, tapi mungkin tahun depan bisa kita lihat," Kata Salam. (Mg15
Selengkapnya...
Perjuangan Calon Independen Tak Kunjung Usai
Enrekang--Pertemuan Konsultasi KPUD Enrekang, Legislatif, Eksekutif dan Pihak Tim Perjuangan Calon Independen akhirnya memutuskan untuk melakukan Konsultasi dengan KPU Pusat dan Mendagri, Selasa (Hari ini.
Keputusan itu diambil setelah dalam dialog pihak KPUD, Dewan, Eksekutif dan tim perjuangan Independen tidak berhasil mengambil kesepakatan terkait dengan persoalan Independen dan terkait dengan Keputusan KPU Pusat dan Surat Mendagri tentang Calon Perseorangan.
Pimpinan Sidang, Syafruddin. SH, yang mengambil keputusan mempertimbangkan, konsultasi ini diperlukan agar semua pihak dapat terang dan arif menyikapi aturan yang ada. " Ada beberapa hal yang perlu dikonsultasikan sebab ada dua aturan yang membuat tafsiran kita berbeda terkait persoalan ini," Kata Syafruddin.
Sebelum keputusan diambil, anggota dewan banyak mempertanyakan apakah ada aturan yang dilanggar jika calon perseorangan tetap diakomodir sebab, ada aturan KPU yang membolehkan itu dan diperkuat oleh surat mendagri.
KPUD dalam pernyataan sikapnya juga tetap kukuh untuk tidak menerima calon perseorangan diakomodir sebab alasan mereka tahapan sudah berjalan.
Pembicaraan yang terus berputar-putar soal interpretasi aturan itulah yang yang membuat DPRD memutuskan untuk kembali melakukan Konsultasi. Dalam rapat itu disepakati, apapun hasil yang didapat setelah konsultasi, maka semua pihak harus mematuhinya. (Mg15)
Selengkapnya...
Minggu, 18 Mei 2008
SS 12 JULI, Ah Kau !!!!!!
Bandung-- Setelah meninggalkan Kampus IKOPIN lima Bulan lalu dan kembali untuk mengikuti Wisuda Sarjana Angkatan yang ke 35, banyak cerita dan Hal-hal yang baru yang saya dapat.
Saat Acara Pelepasan wisuda, PAnitia menghadirkan suguhan teater oleh anak-anak angkatan 2007. Awalnya BT Banget, Garing melihat pertunjukan mereka. Suara tak terdengar, Acting mereka juga ga karuan. Yang ada, mereka-mereka asik bermain untuk diri mereka, sedang kami para wisudawan malah sibuk bercanda tanpa meperhatikan mereka. Sempat aku protes juga, apa-apaan diacara seperti ini musti ada gelaran teater segala.
Tapi setelah Acara berakhir, Saat sedang Asik Ngobrol Ma Derbi, Anak-anak yang tadi berteater nyamperin. Ternyata mereka kenal dengan saya. Mereka ungkapin niat mereka ngehidupin lagi Sanggar Seni 12 Juli. Organisasi Seni yang ada di Kampus.
Diam-Diam setelah saya memperkenalkan SS 12 Juli 5 Bulan lalu dihadapan mereka saat mereka masih mahasiswa baru, mereka memiliki niat untuk bergabung. Sayangnya, setelah perkenalan itu saya keburu ilang.
Dan sekarang mereka datang seperti anak yang ngerengek minta agar lagi SS 12 Juli diaktifin lagi. Mereka meminta, mengungkapkan keseriuasannya disaat tiada lagi orang-orang yang dulu di SS, termasuk saya yang sudah harus pulang kampung lagi.
Melihat semangat mereka itu, akhirnya saya menyempatkan waktu untuk bertemu dan memberikan gambaran bagaimana seharusnya mereka jika benar ingin berkegiatan lewat wadah SS. Saya juga mengajak Fitra untuk bertemu mereka. Namun, dua pertemuan tidak cukup untuk membimbing mereka. Semoga saja semangat mereka terus hidup, mau menggali diri dan menunjukkan kreatifitasnya. Ini hanya harapan dibalik kampung yang jauh dari mereka.
Selengkapnya...