Enrekang,Parepos--Masyarakat Massenrempulu yang berobat di RSU Massenrempulu tidak lagi harus menunggu berjam-jam saat membutuhkan darah. Dalam hitungan 20 menit, pasien sudah bisa terlayani. Mulai, Jumat 28 maret, RSU Massenrempulu Sudah dilengkapi Bank Darah.
Untuk pengadaan kantong darah, RSU massenrempulu juga mengadakan donor darah.Selama ini,RSU masih mengambil darah untuk melayani pasien di RSU Pare-pare.
Menurut Direktur RSU Massenrempulu Dr. Muhammad Yamin, masyarakat tidak lagi harus resah jika berobat di RSU karena takut tidak mendapatkan darah. " Hadirnya Bank Darah ini, dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk berobat di RSU ini," Kata Yamin.
Penanggungjawab Pelayanan Unit Transfusi Darah Pembina Dinkes Provinsi Sul-Sel Dr. Kusmerini mengatakan, Bank Darah di RSU Massenrempulu bisa menampung 100 kantung darah. Saat ini, Dinkes Prov Sul-Sel juga sedang melatih tenaga medis yang disiapkan untuk menangani unit darah RSU Massenrempulu.
" Dalam menjalankan unit transfusi darah, perlu ada Tenaga medis yang paham tugasnya dan saat ini sedang dalam pelatihan kami," ujar Kusrini.
Kusrini juga menyebutkan, Setiap Rumah Sakit di seluruh Indonesia harus menyiapkan unit transfusi darah sesuai peraturan Menkes No 423 Tahun 2007.
Bupati Enrekang Haji La Tinro La Tunrung menghimbau masyarakat untuk bisa mendonorkan darahnya untuk menjaga kelangsungan stok Bank Darah. " Semoga keberadaan Bank Darah bisa memberi kelancaran operasi di RSU Massenrempulu," kata La Tinro. (Naim)
Selengkapnya...
Senin, 31 Maret 2008
RSU Massenrempulu Sudah dilengkapi Bank Darah
Selasa, 25 Maret 2008
Latimojong Jauh di Sana..
Rasa lelah yang menyergap Bupati Enrekang Haji La Tinro La Tunrung beserta rombongan setelah berjam-jam menempuh perjalanan menuju desa latimojong yang licin dan berlumpur oleh gerimis, terobati oleh sambutan warga, segarnya udara dan alunan musik bambu.
Setelah istirahat sebentar, beberapa pejabat Setda Enrekang ikut bergabung bergembira meniup bas bambu, ada yang menari-nari, sementara yang lain bertepuk tangan mengikuti alunan musik dan kadang tertawa melihat aksi dirigen yang kocak. Musik bas yang terbuat dari bambu adalah ciri musik tradisional Enrekang. Di Latimojong, musik bambu dialunkan untuk pesta dan saat mendirian rumah baru.
Kunjungan La Tinro ke desa Latimojong, kamis 20 Maret, adalah kunjungannya yang ketiga. La Tinro juga adalah bupati pertama menginjakkan kakinya di desa yang berada di bawah kaki gunung latimojong. Padahal sudah 13 Bupati yang memimpin Kabupaten Enrekang. Dalam kunjungganya ini, La Tinro menyempatkan bermalam sehari, merasakan dinginnya malam bersama warga.
Latimojong, bagi warga adalah berkah. Gunung yang tingginya 3.680 metar dan tertinggi di Sul-Sel, memiliki hutan yang lebat dan mengalirkan air yang jernih. Tanahnya yang subur oleh warga ditanami kopi, cengkeh, padi, tomat dan palawija. Tiap tahunnya, desa latimojong bisa menghasilkan 700 ton kopi dan 400 ton cengkeh. Sayang sekali, infrastruktur jalan membuat warga jauh dari akses pasar, hasil pertanian warga belum memberikan kesejahteraan.
Kopi adalah nyawa utama bagi warga di Latimojong. Agar produktifitas kopi dan kualitasnya bertambah, selain perbaikan jalan, warga juga meminta agar difasilitasi pabrik pengupas dan penggiling kopi.
Tokoh Masyarakat, Tahrim, dalam tatap muka bersama rombongan menyampaikan, warga selama ini merasa desanya terisolir. Hasil pertanian belum memberikan kesejahteraan yang berarti. “Pernah hasil pertanian kami dibuang percuma, membusuk di pinggir jalan karena mobil tidak mau masuk ke desa ini saat hujan datang,” kata Tahrim.
Bahkan, Tahrim melanjutkan, warga dusun Karangan, dusun terakhir sebelum mendaki ke Latimojong, sangat mendambakan ada mobil yang masuk. “ Saking pengennya melihat mobil masuk ke dusunnya, warga melakukan Swadaya dan terkumpul dana 85 juta untuk membuka jalan,” kata Tahrim.
Menuju Latimojong dirasakan juga oleh wartawan Fajar Kasman dan Wartawan RRI Lubis. Jalan yang licin dan berlumpur sering membuat mereka terjatuh. Belum lagi, salah sedikit, jurang yang terjal sudah menanti. “ Saya baru lihat medan seperti ini, jalannya licin, kaki saya jadi korban kena knalpot dan luka karena jatuh terus,” Kata Kasman.
Bupati Enrekang Haji La Tinro La Tunrung dalam sambutannya, mengungkapkan pemerintah akan mengusahakan memperbaiki jalan menuju desa. “ Saya juga kaget, kedatangan saya yang kedua lalu jalan tidak separah ini,” Kata La Tinro.
Di depan warga, La Tinro mengemukakan secepatnya akan berkordinasi dengan Bappeda untuk merencanakan perbaikan jalan dari dan menuju desa Latimojong. Selain itu, Pemerintah juga berusaha mencari pengusaha yang bisa menjadi Bapak asuh bagi para petani kopi. (Mg15)
Selengkapnya...
Minggu, 23 Maret 2008
Pemerintah Akan Bangun Pabrik Pupuk Organik.
Enrekang,Parepos—Pemerintah Kabupaten Enrekang berencana membangun Pabrik Pupuk Organik Bekerjasama dengan Badan Penerapan dan Pengembangan Teknologi (BPPT) dan LIPI.
Saat ini, Pemkab Enrekang masih meninjau empat daerah untuk dijadikan lokasi
pendirian Pabrik. Empat daerah itu Maiwa, Baraka, Masalle dan Baroko. Pabrik Pupuk
yang direncanakan akan memproduksi pupuk satu ton pupuk perjam.
Bupati Enrekang Haji La Tinro La Tunrung saat ditemui disela-sela istirahatnya di
Desa Pottokullin, Kecamatan Baraka, Pekan lalu mengemukakan pendirian pabrik pupuk
sebagai upaya pemerintah dalam membatu petani yang selama ini kesulitan pupuk. “
Pabrik Pupuk juga dalam menunjang pencapaian Visi Agropolitan Kabupaten Enrekang,”
Kata La Tinro.
Pendirian Pabrik Pupuk menyiapkan dana sebesar 150 juta dalam APBD. Dan dana
lainnya didapatkan dari BPPT dan LIPI.
“ Kita berharap, Pabrik Pupuk ini dapat segera terwujud, dan pengelolaannya di
bawah koordinasi Dinas Pertanian,” kata La Tinro. (Mg15)
Selengkapnya...
Selasa, 11 Maret 2008
Tiga Pencuri Tabung dibekuk di Enrekang.
Enrekang,Parepos--Anwar bin Rajja, Syamsuddin Mamma bin Daeng Tuka dan Samsul dengan mobil kijang kapsul yang direntalnya menyusuri Kabupaten Tana Toraja dan Enrekang mencuri tabung gas elpiji. Di Tana Toraja, tiga orang ini berhasil mendapatkan 10 Tabung dan di Enrekang mendapatkan tiga tabung.
Beruntung, aksi tiga orang yang diidentifikasi sebagai warga Takalar ini cepat tercium aparat kepolisian Enrekang. Dua orang berhasil dibekuk Senin 10 Maret, pukul 4.30 dini hari di Kecamatan Maiwa. Sementara Samsul berhasil melarikan diri dan saat ini masih dalam pegejaran polisi.
Menurut Kasat Reskrim Mapolres Enrekang AKP Muh. Natsir. S, Ketiga orang ini adalah pencuri tabung kambuhan sebab mereka juga pernah tertangkap mencuri tabung di Makassar.
Natsir menjelaskan, Ketiga orang ini dengan mobil DD 742 HB menyusuri jalan sepanjang tana toraja dan enrekang dan mencuri tabung warga yang tidak terjaga.
" Tabung yang dicuri tiga orang ini adalah tabung yang oleh pemiliknya disimpan didepan rumah dan tak terjaga," Kata Natsir.
Saat masuk ke wilayah Enrekang, pencuri ini ketahuan oleh warga yang mengaku kehilangan Tabung dan langsung melapor. Berdasarkan laporan warga itulah akhirnya kepolisian langsung bertindak.
Natsir menghimbau agar mereka yang menjual tabung tidak lagi membiarkan tabung tidak terjaga dan menyimpannya didalam rumah.
Selengkapnya...
Harry Moekti Puji Masyarakat Enrekang
ENREKANG,PAREPOS--Mantan Roker terkenal yang pernah jaya di tahun 90-an yang kini aktif menjadi juru da'wah, memuji gaya hidup masyarakat Kabupaten Enrekang.
Di hadapan ratusan masyarakat bumi massenrempulu yang memadati lapangan sepak bola batili Enrekang, dalam acara tabligh akbar pada Senin malam, Harry mengaku cukup salut karena kabupaten Enrekang yang dikenal sebagai daerah dengan masyarakat yang religius selama ini, ternayat bukan hanya teori.
Buktinya kata harry, meski kondisi lapangan yang becek akibat diguyur hujan, namun tidak menurunkan minta masyarakat untuk menghadiri acara tabligh akbar tersebut. "Saya juga salut buat pemerintah daerah yang telah melahirkan beberapa Peraturan daerah (Perda) tentang syariat islam, seperti Perda bebas miras, Perda busana muslim dan muslimah serta perda tentang baca tulis Alquran," kata Harry.
Harry mengatakan, belum banyak daerah di Indonesia yang menerapkan perda seperti ini, bahkan kata dia, untuk Sulsel, baru Bulukumba dan Enrekang. Dalam acara yang dihadiri para pejabat daerah tersebut, termasuk Bupati La Tinro dan istrinya, Ny Silvy La Tinro, Harry juga menjelaskan alasannya sehingga berhenti jadi artis. "Untuk menghasilkan uang miliaran rupiah, bagi seorang artis itu tidak sulit, tapi mengapa saya memilih untuk berhenti jadi artis, karena saya sadar bahwa artis itu hanyalah pembawa kemaksiatan dan penyebar ajaran Yahudi," tegasnya.
Harry dijadwalkan berada di Enrekang hingga 12 maret, dan akan memimpin acara Tabligh akbar di beberapa kecamatan di Enrekang, selain di Kota Enrekang, juga di kecamatan Anggeraja, Alla, Malua dan Kecamatan Baraka.(naim)
Selengkapnya...
Senin, 25 Februari 2008
Stok Bensin terlambat, Antrean Makin Panjang
Enrekang,Parepos-- Stok Bensin sebanyak 5000 Liter yang dipasok Pertamina, Minggu 24 Februari langsung habis dalam hitungan jam, Akibatnya antrean kendaraan bermotor kembali terjadi. Bahkan Senin 25 Februari, antrean Kendaraan bermotor mencapai 500 meter.
Langkanya BBM dimanfaatkan beberapa toko pengecer bensin dengan menaikkan harga Rp. 10.000 perliter.
Pihak dinas perindustrian dan perdagangan yang langsung memantau meminta pengelola SPBU mengutamakan pengisian bensin kendaraan bermotor jeriken agar tidak
menimbulkan gejolak.
Pengelola SPBU Enrekang Drs Saleh Nuhung mengatakan, antrean panjang terjadi lagi akibat stok bensin di SPBU habis. Saleh juga mengakui jika kapasitas tangki di SPBU miliknya terbatas sehingga tidak dapat menampung stok yang banyak.
" Kapasitas tangki bensin di SPBU ini hanya untuk 8000 liter sementara untuk melayani konsumen saat ini perlu 1600 Liter bensin," Kata Saleh.
Langkanya Bensin di Enrekang juga terjadi karena banyak warga yang mengisi bensin dengan membawa jeriken. Bahkan banyak diantaranya berasal dari Tator. Pantauan Parepos juga melihat banyak PNS yang terjebak antrean sehingga tidak masuk kerja.
Akibat dari langkanya BBM, banyak tukang ojek dan sopir angkutan terpaksa tidak mencari penumpang.
Pihak Dinas Perindustrian dan Perdaganga langsung turun ke lapangan dan memantau antrean.
Kepala Bidang Perdagangan Arifin Nawar meminta pengelola untuk mendahulukan kendaraan bermotor daripada jeriken warga. Arifin juga meminta agar pengelola membatasi bensin untuk motor maksimal 5 Liter dan Mobil 20 Liter.
Selengkapnya...
Senin, 04 Februari 2008
Marrangan, Pesta berburu Babi
Bak sebuah pesta yang disambut meriah, masyarakat Enrekang yang sebagian besar adalah petani menjadikan marrangan atau berburu babi sebagai kegiatan yang menyenangkan. Berburu babi sudah dilakoni masyarakat sejak tahun 1904.
Minggu, 03 januari, ratusan warga dari berbagai kecamatan yang ada di Enrekang berkumpul di Kelurahan Lewaja dusun Kukku membawa tombak dan parang yang dijadikan senjata dalam perburuan. Beberapa warga juga ada yang membawa anjing pemburu mereka. Anjing itu bukan sembarang anjing, tapi sudah terlatih dalam perburuan.
Manta (59), salah satu yang dituakan dalam kelompok parrangan (Pemburu babi) membawa dua sudah memakan ratusan babi. Berburu babi sudah lakoni manta sejak masih kecil. “ Sampai sekarang, marrangan sudah jadi hobi yang menyenangkan,” Katanya.
Dawing (52) salah satu pemburu babi juga mengatakan marrangan sebagai hobi yang dilakoni sejak dulu. Terakhir Dawing yang memiliki kebun coklat ini, memburu babi lima tahun yang lalu. “ Trakhir saya ikut berburu babi lima tahun lalu, marrangan sudah jadi hobi saya sejak dulu,” Kata Dawing.
Sabir, mahasiswa semester IV di salah satu perguaruan tinggi di Makassar bahkan mengatakan berburu babi sudah ia lakoni sejak masih di SD. “ Pertama kali saya diajak orang tua berburu babi, sekarang saya juga sudah biasa dan senang jika diajak lagi” Katanya.
Pesta berburu babi ini menurut manta memiliki nilai-nilai sosial. Dengan adanya marrangan, masyarakat dapat menjalin komunikasi dan bersatu. Sebelumnya, di antara warga yang berlainan desa atau wilayah masih terjadi konflik-konflik. “ Tapi dengan seringnya pesta marrangan ini, hal itu dapat teratasi,” Kata Manta.
Manta juga menegaskan bahwa pasta marrangan bebas dari kepentingan partai dan golongan. “ Disini tidak ada partai-partaian dan tidak ada yangmengatasnamakan golongan, semua cair dan berbaur,” Kata Manta
Menurut Manta, marrangan sudah menjadi budaya yang turun temurun dilakoni masyarakat Enrekang. Kegiatan marrangan dipelopori oleh Nene’ Tera, Nene’ Sandang, Nene’ Tenga dan Nene’ Lahida pada tahun 1904. Kemudian, tahun 1946 dilanjutkan oleh Ambe Gamisa dan Ambe Rahiyang. Pada Tahun 1959 sampai sekarang Parrangan dibawah komando Ambe Sidang.
Selain menjadi sebuah pesta masyarakat, marrangan juga lebih dekat dengan istilah memburu hama babi yang sering merusak hasil pertanian masyarakat. Kabupaten Enrekang adalah kabupaten yang banyak menghasilkan tanaman pertanian sehingga babi menjadi musuh masyarakat yang penghidupannya dibidang pertanian.
Bupati Enrekang Haji La Tinro La Tunrung saat melepas para pamburu babi ini mengatakan Kegiatan Marrangan sangat positif sebab menjadi alat pemersatu masyarakat. “ Ini merupakan kegiatan luar biasa yang diperlihatkan masyarakat dalam menjalin hubungan satu dengan lainnya,” Kata La Tinro.
Bupati mengingatkan agar masyarakat tidak lagi memakai memasang aliran listrik di areal kebun yang dapat membahayakan nyawa manusia demi menjerat babi. Kegiatan marrangan diharapkan dapat terus tumbuh dan dilestarikan. ( Muhammad Naim)
Selengkapnya...
Selasa, 29 Januari 2008
Pro Kades Saruran Demo Tandingan.
Enrekang-- Sebanyak 323 warga desa saruran melakukan demo tandingan menuntut Ketua BPD Desa saruran Drs. Imran Madjid diturunkan,Rabu 30 Januari. Sebelumnya, Ketua BPD bersama warga yang kontra kepala desa menuntut Kepala Desa Saruran diganti.
Demo yang mengatasnamakan pendukung Kepala Desa Saruran Drs.Narlan Simen dalam pernyataan sikapnya selain menuntut Kepala BPD diganti, warga juga mendesak DPRD agar memanggil Asisten I Amiruddin, Plt Camat Anggeraja Hamzah, kabag Pemdes Muslimin dan Memberikan sanksi terhadap oknum masyarakat yang sengaja menebarkan isu dan teror di masyarakat.
Harun Nongkeng, salah satu perwakilan warga didepan Komisi I DPRD mengatakan Demo yang dilakukan Imran madjid Cs, adalah sepihak dan pernyataan yang ditandatangani warga adalah palsu. " Kami ingin meluruskan persoalan sebenarnya, bahwa demo yang dilakukan Imran sangat sepihak dan memalsukan tanda tangan warga," kata Harun.
Garung, juga pendukung Kades menambahkan bahwa perbuatan Imran cs sudah meresahkan warga saruran." Dan jika tuntutan kami tidak disalurkan maka kami terpaksa akan mengusir Imran dari desa saruran," Kata Garung.
Warga yang Pro Kepala desa meminta dewan untuk mengambil sikap agar perbuatan imran tidak lagi meresahkan.
Ketua Komisi I Nurman As, S.H mengatakan akan membahas aspirasi yang dituntut warga. Komisi I DPRD segera akan memanggil pihak-pihak seperti yang dituntut warga agar persoalan ini bisa terselesaikan. " Legislatif sebagai lembaga penerima aspirasi akan mengupayakan memanggil pihak terkait untuk segera menyelesaikan persoalan ini," Kata Nurman. (naim)
Selengkapnya...
Jumat, 25 Januari 2008
Tono, Pemilik Kuku Terpanjang

Warga Dusun Talimbangan, Desa Ledan, kecamatan Buntu Batu satu persatu masuk ruang kelas, SD 89 Uru, saat Bupati Enrekang Haji La Tinro La Tunrung yang berkunjung sudah tiba. Hartono (27) juga ikut bergabung bersama warga.
Ditengah Warga, Hartono atau Tano selalu gelisah. Ia seperi memegang sesuatu di tangan kirinya yang diletakkan dekat wajah. Saat PAREPOS melihatnya, ia tertunduk malu, tapi memperlihatkan tangannya.
Di Tangan kirinya itulah tumbuh Kuku yang panjangnya 15 Cm. Kuku-kuku itu seperti melingkar lingkar. Sepintas lalu jika dilihat, Tono seperti memegang sesuatu yang bentuknya menyerupai bola.
Ditengah pidato Bupati Enrekang, PAREPOS mewawancarainya. Duduknya menyamping. Pantatnya yang satu diangkat. Tono ternyata menderita Ambien sejak lima tahun yang lalu.
“ Saat di dera sakit itulah, saya mulai memelihara kuku,” katanya.
Tono putus sekolah sejak kelas 4 SD. Tapi walaupun putus sekolah, ia mengaku lancar membaca. Sehari-hari Tono membantu orang tuanya menjaga kios yang menjual barang eceran.
Menurut Tono, Ambien yang dideritanya sejak periksa di RSU Massenrempulu, sudah mulai membaik. Namun jika perutnya sakit, pantatnya mengeluarkan cairan seperti ingus.
“ Sekarang sudah baik, tapi kalau perut saya sakit, di Pantat keluar cairan seperti ingus,” Kata Tono.
Kuku yang dipelihara sejak lima tahun lalu itu, dirawat dengan baik. Tono tiap hari memberi kukunya jeruk nipis. “ Biar bersih saja,” Katanya.
Kukunya yang panjang tidak menghalanginya untuk bekerja di sawah. Pernah suatu kali ia membantu ornag tuanya. “ Tapi pernah juga kukunya sakit kalau menjangkul, karena karus pakai kos tangan,” Katanya.
Kuku yang dipelihara Tono tak kan dipotong. Menurutnya memelihara Kuku itu karena senang. Sakit yang dideritanya tidak pernah diperiksa kembali karena tak mampu lagi beli obat. “ Orang tua tidak bisa lagi menebus obat, padahal saya sudah dua kali periksa,” Kata Tono.
Siapa yang mau menandinginya ?
Rabu, 16 Januari 2008
Displin Pegawai Harus Ditingkatkan
ENREKANG,PAREPOS--Disiplin pegawai negeri sipil sebagai abdi masyarakat harus ditingkatkan. Ego sektoral pun jangan ditonjolkan demi kemajuan Daerah.
Hal ini diungkapkan asisten III Setda Enrekang, Budiman Dj, saat ditemui PAREPOS usai peringatan Hari kesadaran nasional,Kamis, 17 januari kemarin.
" Peningkatan disiplin pegawai juga harus dikembalikan pada individu pegawai, sebagai abdi negara dan masyarakat tentu harus menyadari diri untuk selalu disiplin," Kata Budiman.
Setalah mengikuti Upacara, Budiman sebagai asisten tiga melakukan sidak. Budiman banyak menjumpai kepala-kepala bagian yang tidak ada ditempatnya.
Terkait upacara Hari Kesadaran NasionalBudiman mengatakan peringatan hari kesadaran ini memiliki nilai sebagai penciptaan komunikasi antar lembaga sehingga tidak memunculkan ego sektoral.
" Hari kesadaran naisonal yang diikuti semua lembaga baik vertikal maupun horisontal di Enrekang dapat menjadi jembatan komunikasi agar tidak memunculkan ego sektoral," Kata Budiman.(Mg15)
Selengkapnya...