Selasa, 11 Maret 2008

Tiga Pencuri Tabung dibekuk di Enrekang.


Enrekang,Parepos--Anwar bin Rajja, Syamsuddin Mamma bin Daeng Tuka dan Samsul dengan mobil kijang kapsul yang direntalnya menyusuri Kabupaten Tana Toraja dan Enrekang mencuri tabung gas elpiji. Di Tana Toraja, tiga orang ini berhasil mendapatkan 10 Tabung dan di Enrekang mendapatkan tiga tabung.

Beruntung, aksi tiga orang yang diidentifikasi sebagai warga Takalar ini cepat tercium aparat kepolisian Enrekang. Dua orang berhasil dibekuk Senin 10 Maret, pukul 4.30 dini hari di Kecamatan Maiwa. Sementara Samsul berhasil melarikan diri dan saat ini masih dalam pegejaran polisi.

Menurut Kasat Reskrim Mapolres Enrekang AKP Muh. Natsir. S, Ketiga orang ini adalah pencuri tabung kambuhan sebab mereka juga pernah tertangkap mencuri tabung di Makassar.

Natsir menjelaskan, Ketiga orang ini dengan mobil DD 742 HB menyusuri jalan sepanjang tana toraja dan enrekang dan mencuri tabung warga yang tidak terjaga.
" Tabung yang dicuri tiga orang ini adalah tabung yang oleh pemiliknya disimpan didepan rumah dan tak terjaga," Kata Natsir.

Saat masuk ke wilayah Enrekang, pencuri ini ketahuan oleh warga yang mengaku kehilangan Tabung dan langsung melapor. Berdasarkan laporan warga itulah akhirnya kepolisian langsung bertindak.

Natsir menghimbau agar mereka yang menjual tabung tidak lagi membiarkan tabung tidak terjaga dan menyimpannya didalam rumah.
Selengkapnya...

Harry Moekti Puji Masyarakat Enrekang

ENREKANG,PAREPOS--Mantan Roker terkenal yang pernah jaya di tahun 90-an yang kini aktif menjadi juru da'wah, memuji gaya hidup masyarakat Kabupaten Enrekang.

Di hadapan ratusan masyarakat bumi massenrempulu yang memadati lapangan sepak bola batili Enrekang, dalam acara tabligh akbar pada Senin malam, Harry mengaku cukup salut karena kabupaten Enrekang yang dikenal sebagai daerah dengan masyarakat yang religius selama ini, ternayat bukan hanya teori.

Buktinya kata harry, meski kondisi lapangan yang becek akibat diguyur hujan, namun tidak menurunkan minta masyarakat untuk menghadiri acara tabligh akbar tersebut. "Saya juga salut buat pemerintah daerah yang telah melahirkan beberapa Peraturan daerah (Perda) tentang syariat islam, seperti Perda bebas miras, Perda busana muslim dan muslimah serta perda tentang baca tulis Alquran," kata Harry.

Harry mengatakan, belum banyak daerah di Indonesia yang menerapkan perda seperti ini, bahkan kata dia, untuk Sulsel, baru Bulukumba dan Enrekang. Dalam acara yang dihadiri para pejabat daerah tersebut, termasuk Bupati La Tinro dan istrinya, Ny Silvy La Tinro, Harry juga menjelaskan alasannya sehingga berhenti jadi artis. "Untuk menghasilkan uang miliaran rupiah, bagi seorang artis itu tidak sulit, tapi mengapa saya memilih untuk berhenti jadi artis, karena saya sadar bahwa artis itu hanyalah pembawa kemaksiatan dan penyebar ajaran Yahudi," tegasnya.

Harry dijadwalkan berada di Enrekang hingga 12 maret, dan akan memimpin acara Tabligh akbar di beberapa kecamatan di Enrekang, selain di Kota Enrekang, juga di kecamatan Anggeraja, Alla, Malua dan Kecamatan Baraka.(naim)
Selengkapnya...

Senin, 25 Februari 2008

Stok Bensin terlambat, Antrean Makin Panjang



Enrekang,Parepos-- Stok Bensin sebanyak 5000 Liter yang dipasok Pertamina, Minggu 24 Februari langsung habis dalam hitungan jam, Akibatnya antrean kendaraan bermotor kembali terjadi. Bahkan Senin 25 Februari, antrean Kendaraan bermotor mencapai 500 meter.
Langkanya BBM dimanfaatkan beberapa toko pengecer bensin dengan menaikkan harga Rp. 10.000 perliter.
Pihak dinas perindustrian dan perdagangan yang langsung memantau meminta pengelola SPBU mengutamakan pengisian bensin kendaraan bermotor jeriken agar tidak
menimbulkan gejolak.

Pengelola SPBU Enrekang Drs Saleh Nuhung mengatakan, antrean panjang terjadi lagi akibat stok bensin di SPBU habis. Saleh juga mengakui jika kapasitas tangki di SPBU miliknya terbatas sehingga tidak dapat menampung stok yang banyak.
" Kapasitas tangki bensin di SPBU ini hanya untuk 8000 liter sementara untuk melayani konsumen saat ini perlu 1600 Liter bensin," Kata Saleh.
Langkanya Bensin di Enrekang juga terjadi karena banyak warga yang mengisi bensin dengan membawa jeriken. Bahkan banyak diantaranya berasal dari Tator. Pantauan Parepos juga melihat banyak PNS yang terjebak antrean sehingga tidak masuk kerja.
Akibat dari langkanya BBM, banyak tukang ojek dan sopir angkutan terpaksa tidak mencari penumpang.
Pihak Dinas Perindustrian dan Perdaganga langsung turun ke lapangan dan memantau antrean.
Kepala Bidang Perdagangan Arifin Nawar meminta pengelola untuk mendahulukan kendaraan bermotor daripada jeriken warga. Arifin juga meminta agar pengelola membatasi bensin untuk motor maksimal 5 Liter dan Mobil 20 Liter.
Selengkapnya...

Senin, 04 Februari 2008

Marrangan, Pesta berburu Babi

Bak sebuah pesta yang disambut meriah, masyarakat Enrekang yang sebagian besar adalah petani menjadikan marrangan atau berburu babi sebagai kegiatan yang menyenangkan. Berburu babi sudah dilakoni masyarakat sejak tahun 1904.

Minggu, 03 januari, ratusan warga dari berbagai kecamatan yang ada di Enrekang berkumpul di Kelurahan Lewaja dusun Kukku membawa tombak dan parang yang dijadikan senjata dalam perburuan. Beberapa warga juga ada yang membawa anjing pemburu mereka. Anjing itu bukan sembarang anjing, tapi sudah terlatih dalam perburuan.

Manta (59), salah satu yang dituakan dalam kelompok parrangan (Pemburu babi) membawa dua sudah memakan ratusan babi. Berburu babi sudah lakoni manta sejak masih kecil. “ Sampai sekarang, marrangan sudah jadi hobi yang menyenangkan,” Katanya.

Dawing (52) salah satu pemburu babi juga mengatakan marrangan sebagai hobi yang dilakoni sejak dulu. Terakhir Dawing yang memiliki kebun coklat ini, memburu babi lima tahun yang lalu. “ Trakhir saya ikut berburu babi lima tahun lalu, marrangan sudah jadi hobi saya sejak dulu,” Kata Dawing.

Sabir, mahasiswa semester IV di salah satu perguaruan tinggi di Makassar bahkan mengatakan berburu babi sudah ia lakoni sejak masih di SD. “ Pertama kali saya diajak orang tua berburu babi, sekarang saya juga sudah biasa dan senang jika diajak lagi” Katanya.

Pesta berburu babi ini menurut manta memiliki nilai-nilai sosial. Dengan adanya marrangan, masyarakat dapat menjalin komunikasi dan bersatu. Sebelumnya, di antara warga yang berlainan desa atau wilayah masih terjadi konflik-konflik. “ Tapi dengan seringnya pesta marrangan ini, hal itu dapat teratasi,” Kata Manta.

Manta juga menegaskan bahwa pasta marrangan bebas dari kepentingan partai dan golongan. “ Disini tidak ada partai-partaian dan tidak ada yangmengatasnamakan golongan, semua cair dan berbaur,” Kata Manta

Menurut Manta, marrangan sudah menjadi budaya yang turun temurun dilakoni masyarakat Enrekang. Kegiatan marrangan dipelopori oleh Nene’ Tera, Nene’ Sandang, Nene’ Tenga dan Nene’ Lahida pada tahun 1904. Kemudian, tahun 1946 dilanjutkan oleh Ambe Gamisa dan Ambe Rahiyang. Pada Tahun 1959 sampai sekarang Parrangan dibawah komando Ambe Sidang.

Selain menjadi sebuah pesta masyarakat, marrangan juga lebih dekat dengan istilah memburu hama babi yang sering merusak hasil pertanian masyarakat. Kabupaten Enrekang adalah kabupaten yang banyak menghasilkan tanaman pertanian sehingga babi menjadi musuh masyarakat yang penghidupannya dibidang pertanian.

Bupati Enrekang Haji La Tinro La Tunrung saat melepas para pamburu babi ini mengatakan Kegiatan Marrangan sangat positif sebab menjadi alat pemersatu masyarakat. “ Ini merupakan kegiatan luar biasa yang diperlihatkan masyarakat dalam menjalin hubungan satu dengan lainnya,” Kata La Tinro.

Bupati mengingatkan agar masyarakat tidak lagi memakai memasang aliran listrik di areal kebun yang dapat membahayakan nyawa manusia demi menjerat babi. Kegiatan marrangan diharapkan dapat terus tumbuh dan dilestarikan. ( Muhammad Naim)

Selengkapnya...

Selasa, 29 Januari 2008

Pro Kades Saruran Demo Tandingan.


Enrekang-- Sebanyak 323 warga desa saruran melakukan demo tandingan menuntut Ketua BPD Desa saruran Drs. Imran Madjid diturunkan,Rabu 30 Januari. Sebelumnya, Ketua BPD bersama warga yang kontra kepala desa menuntut Kepala Desa Saruran diganti.

Demo yang mengatasnamakan pendukung Kepala Desa Saruran Drs.Narlan Simen dalam pernyataan sikapnya selain menuntut Kepala BPD diganti, warga juga mendesak DPRD agar memanggil Asisten I Amiruddin, Plt Camat Anggeraja Hamzah, kabag Pemdes Muslimin dan Memberikan sanksi terhadap oknum masyarakat yang sengaja menebarkan isu dan teror di masyarakat.

Harun Nongkeng, salah satu perwakilan warga didepan Komisi I DPRD mengatakan Demo yang dilakukan Imran madjid Cs, adalah sepihak dan pernyataan yang ditandatangani warga adalah palsu. " Kami ingin meluruskan persoalan sebenarnya, bahwa demo yang dilakukan Imran sangat sepihak dan memalsukan tanda tangan warga," kata Harun.

Garung, juga pendukung Kades menambahkan bahwa perbuatan Imran cs sudah meresahkan warga saruran." Dan jika tuntutan kami tidak disalurkan maka kami terpaksa akan mengusir Imran dari desa saruran," Kata Garung.

Warga yang Pro Kepala desa meminta dewan untuk mengambil sikap agar perbuatan imran tidak lagi meresahkan.

Ketua Komisi I Nurman As, S.H mengatakan akan membahas aspirasi yang dituntut warga. Komisi I DPRD segera akan memanggil pihak-pihak seperti yang dituntut warga agar persoalan ini bisa terselesaikan. " Legislatif sebagai lembaga penerima aspirasi akan mengupayakan memanggil pihak terkait untuk segera menyelesaikan persoalan ini," Kata Nurman. (naim)
Selengkapnya...

Jumat, 25 Januari 2008

Tono, Pemilik Kuku Terpanjang



Warga Dusun Talimbangan, Desa Ledan, kecamatan Buntu Batu satu persatu masuk ruang kelas, SD 89 Uru, saat Bupati Enrekang Haji La Tinro La Tunrung yang berkunjung sudah tiba. Hartono (27) juga ikut bergabung bersama warga.

Ditengah Warga, Hartono atau Tano selalu gelisah. Ia seperi memegang sesuatu di tangan kirinya yang diletakkan dekat wajah. Saat PAREPOS melihatnya, ia tertunduk malu, tapi memperlihatkan tangannya.

Di Tangan kirinya itulah tumbuh Kuku yang panjangnya 15 Cm. Kuku-kuku itu seperti melingkar lingkar. Sepintas lalu jika dilihat, Tono seperti memegang sesuatu yang bentuknya menyerupai bola.



Ditengah pidato Bupati Enrekang, PAREPOS mewawancarainya. Duduknya menyamping. Pantatnya yang satu diangkat. Tono ternyata menderita Ambien sejak lima tahun yang lalu.

“ Saat di dera sakit itulah, saya mulai memelihara kuku,” katanya.

Tono putus sekolah sejak kelas 4 SD. Tapi walaupun putus sekolah, ia mengaku lancar membaca. Sehari-hari Tono membantu orang tuanya menjaga kios yang menjual barang eceran.

Menurut Tono, Ambien yang dideritanya sejak periksa di RSU Massenrempulu, sudah mulai membaik. Namun jika perutnya sakit, pantatnya mengeluarkan cairan seperti ingus.
“ Sekarang sudah baik, tapi kalau perut saya sakit, di Pantat keluar cairan seperti ingus,” Kata Tono.

Kuku yang dipelihara sejak lima tahun lalu itu, dirawat dengan baik. Tono tiap hari memberi kukunya jeruk nipis. “ Biar bersih saja,” Katanya.

Kukunya yang panjang tidak menghalanginya untuk bekerja di sawah. Pernah suatu kali ia membantu ornag tuanya. “ Tapi pernah juga kukunya sakit kalau menjangkul, karena karus pakai kos tangan,” Katanya.

Kuku yang dipelihara Tono tak kan dipotong. Menurutnya memelihara Kuku itu karena senang. Sakit yang dideritanya tidak pernah diperiksa kembali karena tak mampu lagi beli obat. “ Orang tua tidak bisa lagi menebus obat, padahal saya sudah dua kali periksa,” Kata Tono.

Siapa yang mau menandinginya ?


Selengkapnya...

Rabu, 16 Januari 2008

Displin Pegawai Harus Ditingkatkan

ENREKANG,PAREPOS--Disiplin pegawai negeri sipil sebagai abdi masyarakat harus ditingkatkan. Ego sektoral pun jangan ditonjolkan demi kemajuan Daerah.

Hal ini diungkapkan asisten III Setda Enrekang, Budiman Dj, saat ditemui PAREPOS usai peringatan Hari kesadaran nasional,Kamis, 17 januari kemarin.

" Peningkatan disiplin pegawai juga harus dikembalikan pada individu pegawai, sebagai abdi negara dan masyarakat tentu harus menyadari diri untuk selalu disiplin," Kata Budiman.

Setalah mengikuti Upacara, Budiman sebagai asisten tiga melakukan sidak. Budiman banyak menjumpai kepala-kepala bagian yang tidak ada ditempatnya.

Terkait upacara Hari Kesadaran NasionalBudiman mengatakan peringatan hari kesadaran ini memiliki nilai sebagai penciptaan komunikasi antar lembaga sehingga tidak memunculkan ego sektoral.

" Hari kesadaran naisonal yang diikuti semua lembaga baik vertikal maupun horisontal di Enrekang dapat menjadi jembatan komunikasi agar tidak memunculkan ego sektoral," Kata Budiman.(Mg15)
Selengkapnya...

PDAM PERBAIKI PIPA, WARGA KEHILANGAN AIR.

ENREKANG,PAREPOS--Akibat pipa air PDAM mengalami kebocoran, Warga kota di Empat daerah dalam tiga hari kehilangan air bersih. Kebocoran Pipa PDAM diakibatkan karena usia pipa yang sejak 25 tahun lalu belum diganti.

Daerah yang tidak dialiri air adalah Daerah dijalan Bt. Juppandang, Hos Cokroaminoto, Ratulangi, dan jalan Pahlawan.

Direktur PDAM, Saman Bompeng, yang ditemui, Kamis 17 Januari membenarkan hal itu. Saman Bompeng menjamin dua hari kedepan warga sudah bisa menikmati kembali air bersih.

Menurut Saman Bompeng, kerusakan Pipa 6 enam inci untuk distribusi dalam kota itu patah dua hari lalu. " Jadi kita sudah cek, ternyata memang pipa itu patah dan harus diperbaiki, itulah yang membuat beberapa daerah tidak tersalurkan air PDAM,"Kata Saman Bompeng.

Saman Bompeng mengatakan pipa distribusi dalam kota memang umurnya sudah tua. Sejak PDAM berdiri tahun 1984, pipa tersebut belum pernah diganti. " Jadi umur pipa itu sudah 25 tahun," Kata saman Bompeng.(Mg15)
Selengkapnya...

ENREKANG TERIMA DANA P2KP 6 MILYAR

ENREKANG,PAREPOS--Dalam kurun waktu tiga tahun mulai tahun 2007, Kabupaten Enrekang mendapatkan dana Rp 6 Milyar melalui Program penanggulangan kemiskinan terpadu (P2KP).

" Bantuan ini langsung dari pemerintah pusat (Departemen PU) melalui P2KP, untuk mendukung kegiatan penanggulangan kemiskinan secara terbuka," kata Sadaruddin Sultan, Assiten Kota P2KP yang ditemui, Kamis 17 januari, kemarin.

Menurut Sadaruddin, kegiatan P2KP masuk dalam program PAKET (Penanggulangan Kemiskinan Terpadu). Dan untuk tahun 2007 berdasarkan MOU PAKET, Kabupaten Enrekang mendapat Rp. 1,5 milyar.

" Selebihnya ditahun 2008 disiapkan dana 2 Milyar dan 2009 disiapkan 2,5 Milyar, jadi semuanya dana PAKET adalah 6 Milyar," Kata Sadaruddin.

Sadaruddin mengatakan, dana ini akan disalurkan kepada kelompok masyarakat dalam bentuk Program PAKEM ( Panitia Kemitraan ). Setiap PAKEM membuat proposal usaha kegiatan baik itu kegiatan lingkungan, sosial dan ekonomi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.(Mg15)

Selengkapnya...

Sabtu, 12 Januari 2008

Menjadi Wartawan Lagi.

Sejak aku injakkan kaki di Enrekang sekita September lalu, tak ada perubahan berarti, kecuali perang urat syaraf antara Sahrul yasin Limpo dan Amin Syam di Koran dan Televisi yang banyak dicerita warga sini.

Hari-hari di Minggu pertama aku isi dengan main bersama anak-anak. Aku namakan mereka dengan kelompok Galeri Anak Pintar. Keinginan belajar mereka sangat kuat, aku membeyangkan kelompokkku ini seperti Tobucil atau Rumah dunia di Jawa sana.
Harian Pedoman belum terbit. Beberapa kali aku tanyakan sama teman-teman di pedoman kapan pedoman terbit lagi ? jawabannya tetap sama, masih ada yang belum dibereskan antara karyawan, wartawan dan pemegang saham. Sampai detik ini, pedoman tak terbit lagi.

Bulan Desember, saya bergabung dengan PARE POS. Koran yang mengklaim terbesar di Ajatappareng (Pare,Sidrap,Enrekang,Soppeng,Wajo,Pangkep). PAREPOS sangat beda dengan Pedoman.

Saat di Pedoman, wartawan difokuskan hanya untuk mencari berita, dan mencari Iklan bukan tujuan sebab itu sudah ada bagian tersendiri. Di PARE POS, wartawan tidak hanya pandai tulis berita tapi juga ikut memikirkan bagaimana oplah meningkat, iklan bertambah. " Percuma jika kita menulis berita tapi tidak ada yang baca dan juga kalau tidak dapat iklan, kita mau hidup dimana," Kata Orang atas.

Menjadi wartawan sudah aku citakan sejak dikampus dulu. Berbagai pelatihan aku ikuti. Bersama teman juga aku buat beberapa buletin kampus.
Sudah sebulan lebih aku di PARE POS dan statusnya masih magang. Di Enrekang sini, aku bersama Samir, bertubuh kecil tapi lincah. Samir ini orang yang sangat dipercaya oleh orang atas. Samir mengawali kariernya menjadi loper Koran. Satu lagi Azis Taba. Mereka ini sudah hitung tahun di PARE POS.

Saya sudah hampir tiga tahun, honor berota yang saya dapat kecil sekali, di tahun ketiga ini saya dapat tambahan uang bensin," Kata Azis.
Masalah Honor, adalah dilema bagiku. Aku awalnya bergabung untuk mendapat ruang untuk menulis saja. Banyak hal yang perlu di tulis di Enrekang sini. Tapi kesejahteraan tentu juga tidak terpungkiri. Masih bertahan dengan kondisi yang minim honor ini ?

Saya pikir lebih baik saya fokuskan diri untuk terus melatih diri saja untuk menulis, menulis dan menulis. Apakah hidup singgah di PARE POS atau malah bisa ada yang lebih baik Tergantung skill yang ada.
Selengkapnya...