Sabtu, 18 Desember 2010

Referensi Budaya Massenrempulu susah juga ya didapat..

Saat dikantor, ada teman yang menelpon. Katanya ada mahasiswa yang ingin buat makalah tentang Fungsi dan Nilai-Nilai kebudayaan Massenrempulu. " Bisa tidak dibantu mencari referensinya," kata Teman saya.

Dijaman yang serba Net-Net ini, mencari referensi bukan lagi hal yang sulit. Pikir saya, dengan bantuan OM GOOGLE semua masalah itu bisa saja teratasi. " Paling nanti pulang kantor baru saya bisa kerjakan," kata saya yang diokekan lagi oleh teman tadi.

Rupanya, OM GOOGLE tidak banyak memberikan info yang banyak tentang itu. Budaya secara umum berseliweran memang. Tapi tentang Massenrempulu itu yang susahnya setengah-setengah. Seperti saya yang akhirnya mulai setengah-setengah mencari.

Cerita tentang Suku Bugis, Makassar dan Toraja sudah banyak dihasilkan para penggiat Sejarah dan Budaya. Saya juga tidak mengerti kok belum ada manusia pintar dan penulis yang mau menggali tentang Enrekang alias Massenrempulu. Mungkin karena selama ini, Enerkang selalu dimasukkan dalam Suku Bugis. Padahal, MAsyarakat Enrekang selalu tidak mau disebutkan sebagai orang Bugis. Seperti orang sunda aja ya yang tidak mau disebut orang jawa. Wajar juga sih karena banyak yang membedakan antara Bugis dan Massenrempulu atau Jawa dan Sunda.

Pernah suatu waktu, kajian demi kajian tentang Massenrempulu dilakukan oleh Tokoh masyarakat, Mahasiswa, Budayawan, Politikus Enrekang untuk mengangkat Massenrempulu sebagai Etnis yang diakui di Sulawesi Selatan. Mantan Gubernur Sulsel Amin Syam kabarnya juga pernah mendukung upaya itu. Bahkan Amin Syam diberikan gelar sebagai Warga Kehormatan oleh masyarakat enrekang tepatnya oleh warga yang bermukim di Desa Pasang.

Suatu waktu saya pernah bilang sama teman-teman. Persoalan ini akan menjadi menarik dan terangkat jika ada Putra Maspul yang menekuni Sejarah dan memiliki Idialisme dan mau mengangkat, Menggali dan mempublikasikan Massenrempulu lewat Buku. Atau Jika ada tokoh Budaya yang tinggal di Enrekang ini dan mau berjibaku dengan Dirinya untuk menggali Massenrempulu hingga titik darah penghabisan. Namanya juga Harap-Harap saja...boleh donk. Salam.

2 komentar:

Jumriani Yasri mengatakan...

memang susah dapat informasi tentang budaya massenrempulu. secara suku kita adalah suku minoritas di sul-sel. walaupun begitu, kita tetap harus mengumpulkan informasi sedikit demi sedikit ttg kebudayaan maspul. sedikit sedikit kan jadinya banyak...

Joem_alla poenya mau

Jumriani Yasri mengatakan...

ayyoooooooooooo..........
perkenalkan suku massenrempulu ke masyarakat dunia dengan budaya-budaya kita yang khas......