Kamis, 27 September 2007

Konsistensi dan Lupa.

Bulan ramadhan sudah masuk hari ke 16, esok adalah hari yang ke tujuh belas yang banyak diyakini hari yang sangat dimuliakan yaitu Nuzulul Qur'an yang secara literal berarti turunnya Al Qur'an (kitab suci agama Islam). Nuzulul Qur'an adalah istilah yang merujuk kepada peristiwa penting penurunan wahyu Allah pertama kepada nabi dan rasul terakhir agama Islam yakni Nabi Muhammad SAW.

Apakah kita masih mengikuti ajarannya ?



Menjelang Ramadhan banyak tempat hiburan malam yang ditutup demi menghargai umat muslim yang merayakan ramadhan, kalo tidak maka akan ada Razia ormas yang biasa galak. Kemudian, warung-warung dihimbau agar tidak menyediakan makanan di siang hari kalo tidak satpol PP akan bertindak. Dan di bulan Ramadhan, biar keren, seringlah pakai baju koko dan kopiah agar terkesan alim. Inilah Citra Ramadhan. Setelah Ramadhan berlalu, apakah kita konsisten terhadap sikap kita.

Inilah yang selalu dipertanyakan. Lain omong lain perbuatan. Padahal dalam islam sudah ditegaskan agar kita tidak menjadi orang yang munafik.

Kita memang bangsa yang selalu bertindak untuk citra. Selalu bertindak untuk esok dan lupa yang diucapkan kemarin. Pantas saja, Ketua MPR nurhidayat Wahid malah tidak sepakat jika razia klub malam hanya dilakukan saat Ramadhan saja. Kemana mereka (orang-orang suka Razia) setelah Ramadhan.



Tidak ada komentar: